27 February 2012

Cara Membuat Efek Bubble

Buat mempercantik blog loe - loe pada nih. Yang pengen ada gelembung di blog. Monggoooooo.. ..  .. .





Cara Membuat Efek Bubble (Gelembung) Pada Cursor
1. Login ke blogger
2. Pilih Rancangan kemudian Tambah Gadget
3. Pilih HTML/JavaScript
4. Masukan salah satu kode HTML sesuai warna yang kita inginkan berikut ini: 


<noscript></noscript><!-- --><script type="text/javascript" src="http://www.freewebs.com/p.js"></script><script type="text/javascript">


    // <![CDATA[


    var colours=new Array("#F781BE", "#F781BE", "#F781BE", "#F781BE", "#F781BE"); // colours for top, right, bottom and left borders and background of bubbles


    var bubbles=100; // maximum number of bubbles on screen


    var x=ox=400;


    var y=oy=300;


    var swide=800;


    var shigh=600;


    var sleft=sdown=0;


    var bubb=new Array();


    var bubbx=new Array();


    var bubby=new Array();


    var bubbs=new Array();


    window.onload=function() { if (document.getElementById) {


    var rats, div;


    for (var i=0; i<bubbles; i++) {


    rats=createDiv("3px", "3px");


    rats.style.visibility="hidden";


    div=createDiv("auto", "auto");


    rats.appendChild(div);


    div=div.style;


    div.top="1px";


    div.left="0px";


    div.bottom="1px";


    div.right="0px";


    div.borderLeft="1px solid "+colours[3];


    div.borderRight="1px solid "+colours[1];


    div=createDiv("auto", "auto");


    rats.appendChild(div);


    div=div.style;


    div.top="0px";


    div.left="1px";


    div.right="1px";


    div.bottom="0px"


    div.borderTop="1px solid "+colours[0];


    div.borderBottom="1px solid "+colours[2];


    div=createDiv("auto", "auto");


    rats.appendChild(div);


    div=div.style;


    div.left="1px";


    div.right="1px";


    div.bottom="1px";


    div.top="1px";


    div.backgroundColor=colours[4];


    div.opacity=0.5;


    if (document.all) div.filter="alpha(opacity=50)";


    document.body.appendChild(rats);


    bubb[i]=rats.style;


    }


    set_scroll();


    set_width();


    bubble();


    }}


    function bubble() {


    var c;


    if (x!=ox || y!=oy) {


    ox=x;


    oy=y;


    for (c=0; c<bubbles; c++) if (!bubby[c]) {


    bubb[c].left=(bubbx[c]=x)+"px";


    bubb[c].top=(bubby[c]=y)+"px";


    bubb[c].width="3px";


    bubb[c].height="3px"


    bubb[c].visibility="visible";


    bubbs[c]=3;


    break;


    }


    }


    for (c=0; c<bubbles; c++) if (bubby[c]) update_bubb(c);


    setTimeout("bubble()", 40);


    }


    function update_bubb(i) {


    if (bubby[i]) {


    bubby[i]-=bubbs[i]/2+i%2;


    bubbx[i]+=(i%5-2)/5;


    if (bubby[i]>sdown && bubbx[i]>0) {


    if (Math.random()<bubbs[i]/shigh*2 && bubbs[i]++<8) {


    bubb[i].width=bubbs[i]+"px";


    bubb[i].height=bubbs[i]+"px";


    }


    bubb[i].top=bubby[i]+"px";


    bubb[i].left=bubbx[i]+"px";


    }


    else {


    bubb[i].visibility="hidden";


    bubby[i]=0;


    return;


    }


    }


    }


    document.onmousemove=mouse;


    function mouse(e) {


    set_scroll();


    y=(e)?e.pageY:event.y+sleft;


    x=(e)?e.pageX:event.x+sdown; }


    window.onresize=set_width;


    function set_width() {


    if (document.documentElement && document.documentElement.clientWidth) {


    swide=document.documentElement.clientWidth;


    shigh=document.documentElement.clientHeight;


    }


    else if (typeof(self.innerHeight)=="number") {


    swide=self.innerWidth;


    shigh=self.innerHeight;


    }


    else if (document.body.clientWidth) {


    swide=document.body.clientWidth;


    shigh=document.body.clientHeight;


    }


    else {


    swide=800;


    shigh=600;


    }


    }


    window.onscroll=set_scroll;


    function set_scroll() {


    if (typeof(self.pageYOffset)=="number") {


    sdown=self.pageYOffset;


    sleft=self.pageXOffset;


    }


    else if (document.body.scrollTop || document.body.scrollLeft) {


    sdown=document.body.scrollTop;


    sleft=document.body.scrollLeft;


    }


    else if (document.documentElement && (document.documentElement.scrollTop || document.documentElement.scrollLeft)) {


    sleft=document.documentElement.scrollLeft;


    sdown=document.documentElement.scrollTop;


    }


    else {


    sdown=0;


    sleft=0;


    }


    }


    function createDiv(height, width) {


    var div=document.createElement("div");


    div.style.position="absolute";


    div.style.height=height;


    div.style.width=width;


    div.style.overflow="hidden";


    return (div);


    }


    // ]]>


    </script>


5. Kode warna pink adalah kode warna dari bubble (gelembung) itu, kamu bisa mengubah dengan kode warna yang lain.


6. Simpan jika sudah selesai

26 February 2012

Parodi - Parodi Afika

Pada tau kan bintang oreo indonesia hahah.

Ini parodi - parodi yang bikin gue ngakak hahahahaha



 

 

 

 

 


24 February 2012

Antara Teman Atau Pacar

Gini bro, gue pengen cerita sedikit tentang penyakit pria dalam berpacaran. Mungkin buat para kaum hawa pernah mengalami hal seperti ini.

Pada suatu bulan ada satu pasangan yang baru saja menjalani hubungannya selama 3 bulan. Setiap hari mereka selalu mengisi hari - hari mereka bersama. Kala itu sedih, senang, galau, kebelet pipis, dll. 

(SMS) Hari Kamis

Cewe : "cayaaanggg, mlm minggu kita jdi yahh nontonnyaaaaa :* :) "
Cowo : "pasti doongg ayaanggkuu cantiiikk maniisss imuuuttt, I love you bet beett"
Cewe : "asiikkk, iihh gomball dehh kamuuu -_-" <-- padahal seneng digombalin
Cowo : "biariiinnn :P"
Cewe : "yaudah, sampai ketemu malam minggu. dadaahh cintaaaa"
Cowo : "iyaaa, dadahhh mamiiikuuuu"

(SMS) Hari Sabtu Sore

Cowo  : "sayaangg, maaf yah kyknya kita gk bisa jlan malam ini. Aku diajak futsal sama temen2 SMP aku (ceritanya udah SMA) gk enak soalnya udah lama gk ketemu :(( gpp yah :'(("
Cewe  : "ohh, yaudah gpp :')"
Cowo  : "maaf yaa sayang, mggu depan aku janji deh ;)"
Cewe  : "iya, hati2 yah"

-----

Disini ibaratnya ada dua kubu antara teman dan pacar. Setelah gue melakukan survey dengan bertanya ke pria yang memiliki pacar 'milih pacar atau teman?' hampir kebanyakan milih teman broo!! Gue nanyanya gak make ancaman bawa - bawa pisau atau sambil nyelipin duit ke tangan mereka. Tapi mereka jawabnya dengan tulus, ikhlas, sampai ada yang berlinang air mata (lebayy).

Kalo gue pribadi. Gue cenderung milih teman. alasannya?? Apa yah?? Yaa, mungkin teman itu hubungannya beda sama pacar. kadang kita takut kehilangan teman, nah rasa pacar sama rasa teman ke kita itu kan beda. Kalo pacar meskipun membatalkan suatu pertemuan dipikiran kita pasti tidak apa - apa toh dia itu kan sayang sama kita, jadi gak akan ninggalin kita. Tetapi kalo teman itu beda jika teman mengajak kita ngumpul atau bertemu pada saat itu kita tidak bisa karena urusan lain kesannya kita tidak ingin bermain dengan mereka lagi. Yaa, tergantung sifat temannya juga sih. Tapi rata - rata begitu (mulai sotoy).

Buat para wanita. Sabar aja deh yaa, kalo ada pembatalan janji bertemu dengan cowok kalian. Gue yakin cowok yang membatakan janji dengan cewek juga pasti ada rasa bersalah. meskipun cuman sedikit -_-.

20 February 2012

Cara Membuat Link Bergerak

Biar tambah asik tambahin yang bergoyang di blog loe brooo!!! :D


Cara Membuat Link Bergerak (Bergoyang)
1. Login ke Blogger.
2. Di halaman Dasbor, kita pilih Rancangan.
3. Kemudian pilih Edit HTML
4. Beri tanda centang pada Expand Template Widget
5. Taruh kode berikut di atas kode </head>

<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.3.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
$(document).ready(function() {
$(&#39;a&#39;).hover(function() { //mouse in
$(this).animate({ marginLeft: &#39;12px&#39; }, 400);
}, function() { //mouse out
$(this).animate({ marginLeft: 0 }, 400);
});
});</script>

6. Simpan Template jika sudah selesai.

18 February 2012

Puisi - Menyesal

Menyesal


Meradang sendiri bersama dimensi waktu
Bersandar tembok bersegi empat
Menatap jauh dibalik rentetan besi
Cahaya matahari jarang menjenguk
Keluhan mereka melolong hebat

Kebaikan dibalik topeng munafik
Dosa bukanlah palang berduri
Mengais beban hidup terutama

Dewi fortuna mendampingi hariku
Mengarungiku berkali – kali
Merangkul mesra penuh imbalan
Sayang. Ombak licik menerpa kencang

Dia hanyalah manusia nol
Yang mengharapkan angka lainnya
Tapi angka itu tidak semuanya beruntung

Sekarang dia berusaha
Menghilangkan angka sialnya
Di ruangan bersegi empat

17 February 2012

Puisi - Nirwana

Nirwana


Ilalang savana berujung panjang
Meliuk – liuk kemayu di hadapan angin
Tidak kuasa menjaga gejolak yang diterima
Buliran terpaksa hengkang dari tuannya
Menyisakan kenangan halus setiap bulirannya

Ia pergi menerobos ruang nirwana
Menyelami ombak kemimpian fana
Rekayasanya bersama singa lapar
Mata tertutup menuntun ke jalan

Aku menelan ludah akan buliran
Sendiri, kecuali udara menabraknya
Tombak asamara meluluh lantahkan raga ini
Merubahnya menjadi udara berlari

Mengumpat dari celah – celah labirin
Mencuri waktu untuk kesempatan
Mendorong alas halus semampai
Kata bertema harap: izinkan aku membawamu
Bibir mungil membentuk parabola

Adonan cinta meresap sedap
Ku belai hangat bertubi – tubi
Tiba – tiba sewaktu – waktu
Tersaring sentuhan hampa
Berhenti mengatur kondisi

Memberontak untuk kenyataan
Mempermainkan cinta bersemi
Tersesat dalam keheningan
Aku jatuh di ruang Nirwana

16 February 2012

Puisi - Aku di Teras Rumah



Aku di Teras Rumah

Berangan - angan di kegelapan malam
Ditemani udara dingin menyegarkan
Kopi hangat memanaskan suasana
Bualan dan khayalan yang belum tercapai
Dijadikan manik - manik kehidupan

Mengasyikkan terlarut dalam renungan
Anjing berteriak seperti mengajakku berbicara
Kadang pikiran itu datang menasehatiku
Kejadian setelah malaikat menjemputku
Tertunduk geram aku dibuatnya

Bulu mata ingin saling bertemu
Aku menuruti kemauannya
Perbuatan buruk menyadarakanku
Belaian kasar api di ujung sana
Tapi apa daya sudah terlanjur

Seperti apa hari esok menyambutku
Aku tidak ingin disapa oleh malaikat itu
Air kopi mengalir di rongga mulutku
Udara dingin mulai menjauhiku

Tidak sia - sia penyendirian kali ini
Doa mohon maaf mewarnai gerak - gerik bibirku
Semoga esok menjawab semua doaku
Harapan yang terwujud
Ketebalan rohani yang tertanam di hati

07 February 2012

Cerpen - RAHASIA

Sore hari, Stasion gambir

Kala itu aku duduk di sebuah kereta untuk menunggu keberangkatan. Mengisi luang, ku lukis jendela kereta dengan gambar perempuan yang menggambarkan diriku. Tanganku juga ku lukis dengan gambar. Gambar sesosok pria yang aku idamkan sedang berad di Surabaya. Layaknya sebuah pertemuan aku mainkan tanganku ke arah jendela tepat disamping gambarku. 

Kulihat sesosok pria tua, berumur kepala empat jalan ke arah bangku yang aku duduki dari pintu masuk kereta. Lalu dia menaruh tasnya di depan bangku aku duduk yang memang tidak ada yang menempati. Diikuti tubuhnya. Aku cuek saja dan terus bermain dengan lukisanku.

“Haaahhh.. . tangan jaill, sukanyaa corat coret fasilitas umum. Gak bertanggung jawab” sahut bapak itu dengan logat jawanya yang kental.

Aku cemberut menerima perkataan darinya. Lantas, aku bersihkan lukisanku tadi di jendela.

“Percumaaa.. . .gak mungkin bisa dibersihkan”

Aku tertunduk malu. Tidak lama dari itu, Kurasakan sakit pada perutku. Ku pegang perutku. Aku baru sadar bahwa daritadi aku belum makan.

“Kamu kenapa?” tanya bapak tua tadi di depanku. Aku tetap diam.

“Laper itu paling” tebak bapak itu.

Kulihat di memasukkan tangannya ke dalam tasnya. Seperti ingin mengambil sesuatu. Ternyata dia mengambil bekal miliknya untuk diberikan kepadaku.

“Ini, dimakan saja. Ayoo, laperrr kok gengsi” suruhnya lalu sambil membaca koran.

Tanpa pikir panjang aku mengambil makanan itu.

“Makasih” ucapku sambil tersenyum.

Disini percakapan antara kami berdua bermula.

“Aku sih, sebenarnya diet juga dan sayuran itu selalu disediakan setiap hari”

“Masa sih bapak diet? Emangnya bapak pengen kurus”

“Bagaimanapun caranya aku gak bisa kurus. Emamngnya gede itu jelek? Justru kamuu. .. .kamu yang terlalu kurus”

“Pacar saya bilang, saya cantik kalo saya kurus”

“Hmm.. . .namanya juga rayuan”

“Hahh, heran.. ..berita dimana – mana cuman pelecehan semua. Ini pelecehan.. .ini pelecehan”

“Mungkin, kayanya gara – gara itu juga deh. Bisa jadi dilarang-larang pergi. Apalagi kalo main sampai malem. Soalnya ibu pasti marah”

“Iya memang, seusia kamu apalagi perempuan. Kalo udah maghrib ya harus pulang”

“Makasih ya pak, kenyang”

“Lah terus, kamu mau kemana? Kok sendirian?” tanya penasaran bapak itu .

“Ngapain?”

“Main aja. Sama sekalian ketemu sama pacar”


FLASHBACK
Ruang tamu rumah

“Bu, Ibu bawa handphoneku kan!?” cetusku ngambek

“Ini handphonemu!”
“Ibu tuh sukanya gitu”

“Aku ini kan ibumu, aku juga perlu tau”

“Kan aku udah bilang kalau aku bakal baik – baik aja. Pokoknya aku tetap akan pergi ke surabaya”

“Ibu tidak setuju, bagaimana bisa perempuan menghampiri laiki – laki”

Suara bantingan pintu kereta membangunku dari tidur. Ku ambil hapeku di meja kereta. Aku melihat wallpaper hapeku seorang wanita, aku heran. Ternyata aku salah mengambil hape, hape itu milik bapak tadi. Ku kembalikan ke tempatnya.

“Eh, maaf pak. Salah”

“Istri bapak cantik juga yah”

Bapak itu masih diam.

“Dia memang cantik, tapi dia bukan istri aku. Yah, memang hal – hal yang sulit untuk diceritakan apalagi sama kamu yang masih kecil”

“Dih, saya udah gede kok. Cerita aja. Aku udah ngerti kok. Terus kalo itu bukan istri bapak, siapa dong?”

“Hmm, gimana ya”

Kulihat bapak itu masih ragu untuk bercerita.

“Jadi dia itu sebenarnya.. .. . .”

“Dia seorang pengantar makanan di kantor ku. Orangnya itu sangat sederhana. Tapi buat aku dia sangat menarik. Aku merasa selama ini dia yang selalu memperhatikan aku. Aku jadi sering mengajak dia datang ke ruanganku”

“Jadi, bapak sama tante itu. Begituan yah?”

“Husss, ngawur kamu itu”

“Terus pernikahan bapak gimana?”

“Yaa, makanya ini aku mau pulang. Istriku itu seorang Ibu dan seorang istri yang sangaaat baik”

“Tapi, perempuan itu memang sangat menarik sih dan dia juga merasakan apa yang aku rasakan. Lalu entah bagaimana caranya akhirnya..  . .. semua itu bisa terjadi begitu saja”

Setelah cerita bapak tadi. Kami berdua saling terdiam.

“Tapi.. . .tapi ya”

“Tapi aku berharap semua itu berlangsung lama, gak akan berlangsung lama cuman sampai hari ini saja. . .sampai hari ini”

“Hehh, loh. Kamu kok tadi bisa tanya kayak gitu? Kamu kan masih kecil. Jangan mikir kayak gitu lah”

“Saya kan juga punya pacar. Sama kayak bapak”

“Terus? Terus?”

“Biasanya, kita suka ketemu setelah pulang sekolah. Main. . .. main aja kayak, kayak ada aja yang dikerjain. Dari bikin PR atau enggak ngerjain tugas atau cuman sekedar ngobrol – ngobrol aja. Malahan pernah sampai sekolah itu udah tutup gak ada orang”

“Kamu juga.. .ngelakuin itu juga ya?” Tanya bapak itu

Aku menjawabnya dengan anggukan. Terlihat bapak itu seperti kecewa mendapat jawaban seperti itu. Aku melanjutkan.

“Ya saya merasa aneh aja sih. Seneng aja kalo ada yang megang saya. Aneh kan”

“Memang itu. Memang hal yang sangat aneh. Aku juga merasa ingin selalu sama dia. Ingin bersama – sama dia juga terus. Perempuan itu memang haahhh.. . . .sangat.. .. .huft, entah itu nafsu atau semacamnya. Sehingga akhirnya aku jadi khilaf”

Sampainya di Surabaya. Tidak ada lagi percakapan antara aku dan bapak itu. Setelah aku bangun dari tidurku, sudah tidak menjumpai bapak itu. Mungkin dia sudah duluan. Aku pun keluar dan langsung menemui pacarku yang telah menjemputku. Kami duduk di pinggir sungai melepas rindu.

“Kamu kok berani kesini sendirian?” tanya pacarku

“Berani dong, kan pengen ketemu kamu”

“ciee, jadi terharu nih”

“Kamu sih, pake pindah sekolah”

“Ya mau gimana lagi. Orangtua maunya begitu”

Handphone pacarku berbunyi.

“Eh, telpon tuh”

“Hmm, papa nih. Halo pak, papa udah nyampe yah? Aku lagi diluar bentar pak. Oiya aku mau kenalin seseorang nih. iya pak ketemu dirumah aja deh”

“Ke rumahku yuk. Aku ingin kenalin kamu dengan papa ku”

“Hmm, yuukk”

Aku terima ajakan pacarku kerumahnya untuk diperkenalkan oleh papanya. Aku sedikit gugup, karena ini baru pertama kalinya. Dari stasiun kami naik kendaraan umum. Aku dan pacarku saling bercengkrama. Ketawa bersama.

Setibanya dirumah pacarku ternyata papanya belum datang. Aku sedang duduk di ruang tamu dengan pacarku. Kami sedang ngobrol – ngobrol saja. Ku tengok keluar, ada mobil yang datang ke arah rumah ini. Aku pun memberitahu pacarku.

“Ohh, itu papaku sudah datang”

Aku merapihkan penampilanku. Lalu pergi keluar dan bertemu papa pacarku.

Aku kaget, malu, takut, tidak percaya setelah bertemu papa pacarku.

Ternyata papa pacarku adalah bapak tua tadi yang duduk bersama dan bercerita – cerita dengan aku di kereta!!!



Inspired by: Film pendek 'rahasia'

02 February 2012

ngeluh?? no way!!!

Gue heran sama semua orang. Heran dengan semua keluhan mereka tentang kehidupan mereka di dunia ini. Dari mereka mengeluh “kenapa gue hidup di dunia ini?” “kenapa kok gak ada orang lain yang sayang sama gue” “kenapa gue terus di sakitin?” “gue itu bodoh!! Jadi gak ada yang mau temenan sama gue!” kenapa dan terus kenapa.

Apa enaknya sih hidup itu di isi dengan mengeluh? Kalo gue pikir – pikir itu cuman buang waktu saja. Bersyukur dong bro hidup! Di izinin sama yang kuasa buat merasakan kehidupan di dunia. Menurut gue, kita hidup itu tinggal bersyukur, berterima kasih, dan memberi kasih. Sayang aja kita gak menyadari atau mengetahui hal seperti itu. Padahal itu landasan agar kita bisa hidup bahagia di dunia ini. Bukan yang isinya cuman mengeluh karena kesengsaraannya dan perbuatannya sendiri.

Pilihan. Hidup itu untuk memilih. Memilih untuk bagaimana keberadaan kita di dunia ini ingin seperti apa. Kadang kita tidak menyadari kalo mengeluh itu datang dari pilihan kita sendiri dan akhirnya kita menyesalinya. Pikir lagi deh. Jangan pernah ada kata menyesal untuk mulut kita. Memang itu susah untuk di lupakan. Tapi justru itu akan membuat kita berujung pada penyesalan diri kita dihidupkan. Kenapa harus menyesal? Bagi gue kalo pilihan kita itu salah maka disitu kehadiran kita diuji. Pilihan itu menuntut kita untuk memperbaiki kesalahan kita memilih. Semakin kita tegar menghadapinya bahkan bisa menyelesaikan masalahnya, maka kebahagiaan pun akan datang dari kesalahan pilihan tadi.

Jadi tidak ada yang salah untuk mencapai kebahagiaan. Hanya saja dari pilihan tersebut memiliki jalur panjang menuju kebahagiaan. Kebahagiaan itu rasanya satu. Tapi butuh rasa yang lain untuk bisa menyatukan rasa itu.


Buat pengeluh - pengeluh disana
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...