17 February 2012

Puisi - Nirwana

Nirwana


Ilalang savana berujung panjang
Meliuk – liuk kemayu di hadapan angin
Tidak kuasa menjaga gejolak yang diterima
Buliran terpaksa hengkang dari tuannya
Menyisakan kenangan halus setiap bulirannya

Ia pergi menerobos ruang nirwana
Menyelami ombak kemimpian fana
Rekayasanya bersama singa lapar
Mata tertutup menuntun ke jalan

Aku menelan ludah akan buliran
Sendiri, kecuali udara menabraknya
Tombak asamara meluluh lantahkan raga ini
Merubahnya menjadi udara berlari

Mengumpat dari celah – celah labirin
Mencuri waktu untuk kesempatan
Mendorong alas halus semampai
Kata bertema harap: izinkan aku membawamu
Bibir mungil membentuk parabola

Adonan cinta meresap sedap
Ku belai hangat bertubi – tubi
Tiba – tiba sewaktu – waktu
Tersaring sentuhan hampa
Berhenti mengatur kondisi

Memberontak untuk kenyataan
Mempermainkan cinta bersemi
Tersesat dalam keheningan
Aku jatuh di ruang Nirwana

2 comments:

  1. Puisinya menggugah hati bro...salam kenal, salam persahabatan...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...