24 March 2012

Pelawak, Komedian, dan Politikus



Hiburan adalah tontonan yang sangat menyenangkan bagi masyarakat. Berbagai macam hiburan ada di Indonesia, dari musik, film, opera, dan lainnya. Tapi hiburan yang disenangi oleh kebanyakan masyarakat adalah hiburan komedi. Komedi adalah hiburan yang isinya bertujuan untuk membuat orang yang menyaksikannya tertawa. Maupun itu dari ucapan dan tingkah laku. Orang yang ahli dalam hiburan komedi itu sendiri disebut pelawak atau komedian.

Arti kata pelawak dan komedian itu sendiri berbeda. Pelawak yang artinya seseorang yang dapat membuat orang lain atau penonton terhibur dengan lelucon yang ia buat, namun dalam menghibur tersebut ia tidak membutuhkan orang lain melainkan dengan kemampuan dan bakatnya sendiri. Sedangkan komedian adalah orang yang menghibur orang lain atau penonton dengan bantuan orang lain atau komedian lain bersamanya. Tapi tujuan mereka sama saja yaitu menghibur penonton agar tertawa. Cara yang paling umum bagi mereka adalah mengucapkan lelucon, dengan subjek lelucon orang lain, atau diri sendiri. Cara lain adalah dengan tingkah laku yang dibuat – buat hingga terlihat lucu dan pantas untuk ditertawakan dihadapan orang lain. Bagi mereka yang disebut komedian yaitu Kang Ibing, Mr Bean, dll. Sedangkan pelawak ada Sule, grup lawak BAJAJ, Parto, dll. Seorang komedian sudah pasti bisa melawak. Tetapi seorang pelawak belum tentu sebagai komedian.

Kadang satu keahlian bisa kita gunakan dalam bidang lain. Kalian pasti kenal dengan Tubagus Dedy Suwandi Gumelar atau biasa disapa Miing Bagito. Dulu dia adalah komedian yang sangat terkenal dengan grupnya Bagito. Tapi kini dia telah masuk dunia politik yang jauh sekali dari profesi sebelumnya. Bukan hanya dia, banyak artis lawak yang sekarang berprofesi menjadi politikus. Kepindahannya ke dunia politik itu karena jika di dunia seni dia hanya bisa berkomunikasi satu arah (one way) dengan masyarakat . akan tetapi kalo terjun ke politik, dia bisa berkomunikasi dua arah (two way) dengan masyarakat.  Apa itu politikus? Politikus sendiri banyak pengertiannya bisa disebut seorang yang terlibat dalam politik, dan kadang juga termasuk para ahli politik. Politikus juga termasuk figur politik yang ikut serta dalam pemerintahan.

Di samping itu ternyata politikus juga bisa menjadi pelawak atau komedian. Misalnya Andi Nurpati, salah seorang anggota KPU pusat. Berikut ini adalah ketika dia diwawancara di salah satu stasiun TV swasta. Dari pertanyaan yang diajukan untuknya, ada pertanyaan yang berbunyi:

“Apakah ibu tidak merasa bahwa keanggotaan ibu di KPU saat ini bertentangan dengan undang-undang tentang KPU?”

Andi Nurpati menjawab dengan tangkas: “Memang berdasarkan Undang-Undang Nomer 22 tahun…, seorang anggota KPU tidak boleh menjadi anggota partai politik. Tapi saya bukan anggota Partai Politik, tapi Pimpinan Partai Politik (yang diminta Mas Anas)”.

Bagaimana orang tidak tertawa? Seorang Pimpinan Partai Politik tidak dilarang jadi anggota KPU, yang dilarang anggota partai, benar juga. 

Pertanyaan berikut berbunyi:
“Untuk mempertegas larangan, undang-undang tersebut bahkan menetapkan anggota KPU bukan hanya tidak boleh dari anggota partai politik, tapi tidak menjadi anggota partai dalam kurun lima tahun terakhir. Bukankah seorang Pimpinan Partai otomatis menjadi anggota partai?”

Dengan dingin Andi Nurpati menukas: “Hak politik saya sebagai warganegara tak boleh hilang karena saya anggota KPU. Yang jelas saya belum jadi anggota Partai karena saya belum mendapat kartu anggota”.

Nah, ini memang jawaban yang berbau lelucon lagi juga jawaban yang sangat tepat. Andi Nurpati bukan anggota partai karena belum menerima kartu anggota.

Jadi logikanya adalah kalau Anas Urbaningrum menginginkan AN sebagai Pimpinan Partai Demokrat namun tidak ingin kehilangan jabatan kadernya sebagai anggorta KPU, gampang sekali: Jangan beri AN kartu anggota Partai Demokrat!!! Tidak ada pelanggaran undang-undang kan?

Siapa bilang Politikus tak bisa melawak?

Siapapun bisa menjadi komedian bahkan politikus sekalipun. Tapi dibawah kepemimpinan yang terpuruk, politikus melawak mendapat sindiran dari masyarakat. Karena masih banyak masyarakat yang menderita, tapi pemimpinnya malah bisa – bisanya melucu seakan tidak peduli masyarakatnya.

4 comments:

  1. Hehehe...sy tdk keberatan dg statement di atas. Membuat org lain bahagia merupakan suatu kebajikan dan bernilai ibadah. Agaknya menyenangkan sekali jika para pemimpin negara ini bs memberikan kebahagiaan utk masyarakat, dengan sentuhan kasih sayang lewat sudut manapun. Semoga Bangsa Indonesia ke depan dapat menikmati kebahagiaan dan kesejahteraan yg selama ini dicita-citakan. Amin.

    ReplyDelete
  2. nice post mohon kunjungannya http://cumapost.blogspot.com Artikelnya keren2 lho he2

    ReplyDelete
  3. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    www.jelajah-nesia.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Mantap gan, artikelnya... berkunjung balik ya,, salam kenal

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...