21 June 2012

Puisi - Hampa

Ketika kenyataan memisahkan
Rasa hati yang merindu
Cantik jelita darimu
Kisah lalu yang membekas
Di dalam kenangan


Untaikan kata hanya hiasan
Menuju pendustaan diri
Termakan kata - kata penyejuk hati
Menjadi silet pedas dan panas


Harapan menjadi omong kosong
Ketika ingin diciptakan
Keterbatasan keyakinan
Melengkapi segalanya


Aku terdiam
Menyendiri...
Menghindar...
Kegelapan
Menemani...

10 June 2012

Puisi - Maaf :(

Bintang tak lagi redup
Ketika aku emosi padamu
Bulan pun enggan menampakkan dirinya
Kamu menangis sendiri


Bintang dan bulan menunjuk
Menunjuk ke arahku
Terkejut aku merenung
Resiko yang telah aku buat


Kamu bersedih akan diriku
Ketamakkan hatiku
Bahkan aku yang tak berhati


Maafkan
Setan emosiku sedang membara
Aku diperdayanya
Makhluk hina di mataku
Aku berucap


Minta maaf sayang




Untuk kekasihku :)

Puisi - Sebut Saja?

Matahari menyulut emosi jalan
Manusia beramai menunggu
Lampu hijau dari sekian detik


Aneh dengan manusia satu ini
Dia tidak menunggu
Tidak menunggu dengan mesin beroda
Malah dia menunggu manusia dengan mesin beroda


Dekilnya mereka
Noda bagi eloknya kota
Tetapi
Mereka itu bukan kemauan
Melainkan
Kemauan yang terpaksa


Menengadahkan tangan ke atas
Secercah harapan yang diingin
Logam - logam bernilai kecil
Kecil tapi sebesar secercah harapan


Lalu mereka berucap
Terimakasih dan doa
Manusia dengan mesin beroda

09 June 2012

Puisi - Pilihan

Dua arah jalan yang membentang
Aku tersesat diantaranya
Persimpangan masa depan
Otak menjadi buruh
Buruh yang bekerja keras

Lambaian tangan Terlihat samar
Aku berpikir?
Mana ada Seseorang di jalan
Jalanan lapang ber gersang
Lalu pilihan mana yang harus dipilih

Tujuan, Sekarang aku harus bertujuan
Membawa materi dalam perjalanan
Persiapan untuk sampai tujuan
Bekal di ujung tujuan

Percayalah
Kedua arah itu sama aja
Apabila materi kita bekali
Hanya tinggal berjalan
Tekadkan hati sampai tujuan


Mengalir begitu saja ini puisi :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...