14 October 2012

Belajar Nyecript - The Innocent Child


Tugas gue buat bikin script film pendek.. Belum jadi sih scriptnya -____-

baru jadi ceritanya, yah bisa dibilang Plot Filmnya



The Innocent Child



Felicia sangat lelah setelah memasuki dunia gemerlap. Dia kelelahan, semua pernak-pernik yang menempel dalam tubuh dibuang kepenjuru ruangannya. Tujuannya saat ini adalah kasur, Felicia duduk ditepian kasur mengingat apa saja yang hari ini ia lakukan. Lalu ia tersenyum. Didalam apartemennya terdapat foto-foto semasa ia kecil dan foto dia sedang bermain ayunan di depan rumahnya. Juga ada foto keluarga dengan latarnya adalah rumah lamanya. Dia sering meilhat foto-foto sebelum tidur. Sambil tiduran Felicia mengambil bingkai foto disamping tempat tidurnya yang menggambarkan ia bersama keluarganya. Ia teringat masa lalunya dimana ia sering disiksa oleh ibu tirinya. Dalam hati dia geram dengan kelakuan Ibunya itu. Tapi dia malah tersenyum mengingat Ibu tirinya meninggal tragis. Masa kelam itu kini telah dibalas dengan karir yang menurutnya bagus bagi Felicia. 

Felicia terbangun dari tempat tidurnya, akibat dari suara ketokan pintu dari luar. Masih dalam keadaan ngantuk dia berjalan ke pintu lalu membuka pintu itu. Secara samar-samar di luar pintu itu terdapat sebuah taman rumah dengan ayunan di depannya. Felicia bingung dengan keberadaan dia dimana sekarang. Tapi kalo dilihat-lihat suasananya mirip sekali seperti waktu ia kecil. Rumah yang tidak terlalu besar dengan desain belanda kuno dan ayunan yang sering ia mainkan sejak kecil. Ia melihat kebelakang pintu yang ia buka tadi telah hilang dan dia melihat dirinya tidak lagi memakai baju tidur tetapi memakai daster bercorak bunga warna hijau seperti ibu-ibu. dia melihat sesosok anak kecil berlari keluar rumah dan bermain dengan ayunan sendirian. 

Tidak lama kemudian Felicia mencoba mendekat tetapi anak itu malah pergi. Anak itu pergi kedalam rumah, Felicia kaget melihat rumah itu persis seperti yang waktu ia tinggali sejak kecil. Karena penasaran ia memasuki rumah itu, sangat mirip sekali tata letak barang seperti ketika ia kecil. Lalu ia tersenyum dengan ingatan masa lalunya bersama ayahnya, anak kecil itu berlari kebelakang rumah bermain disamping kolam renang. Dengan ceria akan ingatan masa lalunya ia ingin menemui anak itu tetapi lagi-lagi ia malah masuk ke rumah. 

Setelah masuk lagi seisi rumah menjadi berantakan dia kaget dan bingung, apakah anak kecil tadi yang melakukanya? matanya menelusuri ruangan yang berantakan, dibawahnya ada bingkai foto lalu ia ambil. Felicia terkejut melihat dirinya berada dalam foto itu, disitu ada dirinya, sebelahnya sesosok pria dewasa dan ditengahnya anak kecil. Lebih kaget lagi kalo pria itu adalah ayahnya agak samar ia mengingatnya dan anak kecil itu adalah dirinya sewaktu kecil. Ia terkejut lalu menjatuhkan bingkai foto itu. Dirinya menginginkan penjelasan atas semua ini lalu ia pergi keluar untuk bertanya sama orang sekitar. Ia mencoba membuka pintu luar tetapi tidak bisa dibuka, meskipun didobrak tetap tidak terjadi apa-apa pada pintu itu. Ia coba semua pintu semua jendela tidak ada yang berfungsi semuanya lalu ia teringat anak kecil tadi apakah ia diluar atau didalam? Ia mencari ke penjuru rumah. Terdengar suara orang berlari, mungkin saja anak kecil tadi. Setiap Felicia mendekati suara itu selalu saja menghilang dan muncul di ruangan lain. Suara itu muncul lagi di dapur. 

Dia langsung menuju dapur, ia melihat anak kecil ditangannya terdapat pisau daging diujungnya ada cairan merah darah. Di lantai tergeletak seorang wanita berkepala tiga pakaiannya penuh darah dengan luka luka yang dalam. Tangannya seperti ingin menggapai anak kecil itu. Anak itu berlari keluar dapur melewati Felicia. Felicia melihat anak itu mirip sekali dengan dirinya saat ia masih kecil dan dia teringat kejadian tragis yang menimpa Ibu tirinya yang sebenarnya tidak dia ketahui. Dia mulai mengambil kesimpulan, tapi masih tidak percaya dan mustahil. Jadi kematian ibu tirinya itu adalah perlakuan dirinya sendiri. Felicia menghampiri wanita yang bersimbah darah itu, dia masih hidup. Pakaian Felicia mirip sekali dengan apa yang dikenakan wanita itu. Dia adalah Ibu tirinya. Felicia teriak minta tolong tapi tidak ada satupun yang mendengar. Daster felicia ditariknya, mendekatkan telinganya ke mulut wanita tadi. Dia berucap “sampaikan pada Feli... aku.... mencintainya dan menyayanginya....... Kenapa aku berlaku kasar.... itu semua.... demi kee...baik..”. Wanita itu meninggal sebelum menyelesaikan penjelasannya. Felicia teriak dan memeluk wanita itu yang mirip dengan ibu tirinya lalu ia mencari anak kecil itu, ia lari sangat kencang sekali setiap sudut ruangan ia cari, ketika ingin ke ruang tamu ia tersandung barang-barang yang berserakan tadi. Ia terjatuh dengan kepala ujung lemari. Felicia pingsan ditempat. 

Gelap, Felicia mulai sadar ia berusaha membuka matanya, perlahan-lahan, tapi ia takut membuka mata karena mengingat kejadian yang baru saja dilihat. Perlahan ia buka dan dia sadar dirinya sedang terbaring di kasur apartemennya. Foto keluarganya masih ada di atas dadanya, ternyata tadi semua itu tidak nyata. Mimpi. Dia bernafas lega dan dia masih tidak percaya dengan mimpinya, apakah benar dirinya yang membunuh ibu tirinya? Tiba-tiba ada suara pintu diketok-ketok. Ketukannya mirip sekali dengan tadi di mimpinya. Keringat mengalir dari dahi sampingnya. Dia hanya diam. Takut kejadian dalam mimpinya terulang. Selesai 



1 comment:

  1. wow hebat. heheh. mw jd sutradara? komen back ya

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...