12 February 2013

Cerpen - Cerita dari Mimpi



Mata terbuka perlahan, samar – samar melihat sekitar. Menempati diriku sedang berbaring dalam suatu ruangan, dinginnya AC terasa di permukaan kulit, sepertinya aku sedang berada di sebuah hotel. Aku tidak ingat apa yang aku kerjakan semalam bahkan kemarin. Tubuhku masih utuh, panca indera masih berfungsi dijalannya masing – masing. Kucoba gerakkan tubuhku, kuhampiri pintu tepat didepan tempat tidur. Suasana disini sangat sepi hanya hembusan angin AC yang terdengar, aku keluar. Suara gaduh langsung menyambutku, saat ini aku sedang berada seperti sebuah koridor suara gaduh orang ramai yang sedang berbincang, terasa hangat ditelingaku mereka adalah suara teman – teman SMA–ku. Aneh sekali kenapa mereka semua ada disini? Kulihat loby tengah persis seperti asramaku waktu SMA sebuah tv di dekat jendela teman – teman yang sedang menonton, juga ada yang sedang mengobrol. Aku masih bingung dengan keadaan ini.

Aku menyapa teman yang melintas mereka membalasnya seperti 4 tahun yang lalu. Cuaca sangat cerah terlihat jelas dari jendela luar, sepertinya aku berada di lantai atas. Penasaran aku jalan ke arah balkon dan aku kaget dengan pemandangan yang ada. Ini bukan seperti sekolahku yang berasrama dulu. Tapi mengapa seperti terlihat sebuah kota? Kupalingkan pandanganku keatas dan kebawah. Ternyata aku berada di sebuah apartemen tapi aku tak tahu dimana, aku lihat kedalam lagi masih sama seperti asramaku dulu. Aneh.

Dibawah sana aku melihat banyak orang berkumpul di sebuah taman terbuka, sayup – sayup aku mendengar sorak sorai mereka dari bawah. Entah apa yang mereka soraki, penasaran aku berlari kebawah untuk melihatnya. Sekarang malah aku bingung dan tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Banyak sekali orang bertubuh besar seperti pe–sumo bahkan 2 kali lipat. Sial! Sedang ada di dunia mana aku ini! Makhluk apa mereka? Mereka loncat – loncatan kesana kemari dan hampir saja mengenai diriku, dengan cekatan aku menghindarinya bila makhluk itu terbang diatasku. Seperti kodok saja mereka ini.
“hai kalian semua, lihatlah atraksi kami. Kami akan membuat kalian kagum. HAHAHA”
Suara itu keluar dari TOA aku mencari – carinya darimana asal suara itu. Ternyata suara itu datang dari atas gedung yang sangat tinggi, mungkin saja itu gedung pencakar langit yang paling tinggi di kota ini dan aku melihat 2 makhluk besar itu lagi yang sama dengan dibawah sini. Secara tidak sadar semua makhluk yang jumlahnya banyak dan lompat – lompatan ini diam dan melihat keatas, matanya menandakan bahwa mereka tidak sabar menunggu atraksi temannya diatas dengan senyuman lebar. Aku masih bingung.

Tiba – tiba 2 makhluk seperti pe–sumo meloncat dari puncak gedung tertinggi itu. Gilaakk!! Pikirku, bisa mati mereka. Langsung saja gegap gempita sorakan di sekitarku membahana keras sekali seperti menyemangati mereka yang sedang terjun bebas. Mereka terjun ke dua arah yang berbeda, benar – benar aneh! Mataku masih mengikuti kemana mereka terbang. Satu pe–sumo itu meluncur sangat deras mlewati apartemen yang aku singgahi dan.. . . . . BUUMM!!! Suara benturan keras antara tubuh makhluk besar dengan sebuah gedung Mall berlantai lima terasa sangat jelas seiringan getaran hebat seperti gempa bumi. Mati, yaaa dalam pikiranku pasti makhluk itu sudah mati dengan tubuh yang berurai tidak karuan, organ didalamnya pasti sudah terburai kemana – mana. Lalu aku palingkan pandanganku ke pe–sumo satunya yang terbang agak jauh dari tempatku. Dibawahnya telihat seperti bangunan monumen seperti Monas, aku membayangkan gimana jadinya kalo dia jatuh tepat diatasnya dan tertusuk seperti sate, mengenaskan. Ternyata bayanganku meleset, pe–sumo itu jatuh di pinggir monumen itu meskipun sempat kena pinggirannya. Tetap saja pasti akan mati dia.

Aku berlari kedalam apartemen. Pikiranku kosong entah aku ini sedang ada dimana dan tidak tahu apa yang terjadi. Yaak aku kembali ke kamar tempat aku memulai semua hal diluar logika ini. Aku melihat sekeliling kamar, dipojok ruangan atas terlihat ada kerusakan yang sangat parah, apa mungkin karena loncatan makhluk besar tadi? Penasaran ada apa di balik horden yang tertutup, aku membukanya dan aku melihat kerusakan yang sangat parah dari gedung Mall berlantai lima seperti habis ada meteor atau benda besar yang jatuh diatasnya. Aaahhh! Apa mungkin pe–sumo tadi? Tapi aku tidak melihat tubuhnya? Atau sisa darahnya mungkin, tidak ada sama sekali. Aneh. Kututup kembali hordennya aku terduduk diatas sebuah kasur dan masih memikirkan ada apa ini sebenarnya? Tapi semua ini membuatku sangat lelah atas semua kejanggalan yang ada disini. Aku baringkan tubuhku dan memejamkan mata dan merenungkan bahwa tadi itu tidak nyata. Hingga akhirnya aku tertidur.

Cerita diatas adalah salah satu mimpi gue yang absurd setiap harinya hahaha gak jelas yaak?? Yaa emang sih namanya juga cuman mimpi~

3 comments:

  1. ahahaha apasih ini :D, udah penasaran, malah endingnya cuma mimpi -_- hadehhh

    ReplyDelete
  2. Lumayan juga ceritanya :)
    salam kenal dari cirebon ^^

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...