31 March 2013

Puisi Gue - Menunggu


Musim berganti semaunya
Aku tetap menunggu
Di seberang hidupmu
Kau terus berjalan

Terkadang kau melihat ke arahku
Melambaikan tangan penuh semangat
Aku antusias membalasnya
Tapi sayang
Kau tetap di seberang jalan

Pernah kah kau sadar?
Mengapa aku selalu mengikutimu?
Aku menunggu
Menunggu kau menyebrang ke arahku

Aku percaya
Tidak peduli apa musimnya
Aku masih percaya
Kau berjalan bersama denganku
Tidak bersebrangan
Tapi berdampingan

26 March 2013

Kisah Cinta Senja dan Lintang


Senja memandang dalam Lintang. Ada rasa terpendam yang sulit di deskripsikan. Senja merasa bodoh, apakah perasaaan ini hanya dia yang memiliki? Ingin rasanya dia bertanya "Lintang, apakah kau merasakan perasaanku?" Pertemuan mereka di bangku dekat danau itu seperti bisa dibilang takdir. Sore ini cuaca sangat cerah, cahaya sore dapat dirasakan langsung oleh kulit. Siluet pohon tercipta di pinggiran danau. Dua Insan sedang duduk bercerita penuh canda tawa tiba - tiba senyap oleh sebuah pertanyaan "Lintang, apakah kamu merasakan perasaanku?" Lintang diam saja menerima pertanyaan itu, senja masih terus menatap mata Lintang yang melihat kebawah. "Hahahaha" Lintang bingung dengan sikap Senja yang tiba - tiba tertawa "Aku tadi nanya apa yaa? Udah lupain aja tang hehehe" Suasana kembali cair. Seharusnya aku tidak menanyakan itu batin Senja.

Seminggu kemudian

Senja terkejut, Lintang sudah mempunyai kekasih. Selama ini Lintang tidak pernah bercerita tentang kekasihnya itu, Senja terlihat sedih. Seperti biasa sore hari dia akan ke bangku dekat danau. Tidak lama kemudian Lintang datang memanggil Senja. Segera Senja mengusap air mata dipipinya sebelum terlihat oleh Lintang. "Hai Senja, loh kamu kenapa? Kok matanya merah, nangis?" "Ah, engga kok. Tadi abis kelilipan debu tang hehehe" Seperti biasa mereka bercerita satu sama lain. Tapi ada rasa yang mengganjal hati Senja. Rasa sakit bercampur aduk dengan rasa senang yang terpaksa dibuat saat ini. Sebuah cinta yang masih terkunci di hati yang tulus. Rapat. Akhirnya Lintang bercerita tentang kekasihnya dalam hati Senja. Kerapuhan hati senja semakin lebar, seperti pisau menyayat ketika nama kekasihnya Lintang muncul. Sangat berbeda dengan raut wajah Senja yang saat ini antusias dan bahagia mendengar cerita Lintang. Senja bersyukur matahari mengakhiri hari ini. Mereka pulang kerumah masing - masing.

Mimpi aneh selalu datang ketika Senja tidur. Dia selalu terbangun dan kemudian menangis. Senja tidsk pernah cerita kesiapapun bahkan Lintang. Satu tahun berlalu, Lintang kini tidak lagi bersama kekasihnya itu. Tapi selalu Lintang bercerita tentang kekasihnya itu ke Senja. Lintang tidak tahu bagaimana perasaan Senja selama ini, rasa terpendam yang berusaha menyeruak ke luar. Semakin memaksa keluar ketika bersama Lintang. Bulan kembali menampakkan dirinya. Malam yang panjang kembali dialami Senja, mimpi aneh itu belum berhenti. Senja seperti disiksa. 

Mendung menyombongkan dirinya diatas sana. Senja dan Lintang masih terjaga dibangku dekat danau. 

"Hai Senja, tidak terasa yah sudah lama kita bersama"
"Iya Lintang"
"Kamu tahu, semenjak aku putus dengan Diana. Aku merasa aneh"
"Merasa aneh kenapa?"
"Aku juga tidak tahu. Perasaan aneh ini muncul apabila kita sedang berdua dan rasa yang lain lagi muncul ketika kita berpisah"
"Hmm, menurutmu rasa apa itu?"
"Tidak tahu"

Suasana diam, hanya suara angin kencang dan petir. Perlahan air jatuh dari atas, semakin lama semakin banyak. Deras.

Senja dan Lintang mencari tempat berteduh. Ketika berlari Lintang menggenggam lengan Senja untuk tidak ketinggalan. Kembali muncul rasa campur aduk, kali ini tidak seperti satu tahun yang lalu. Rasa yang membuat dia bahagia dan menciptakan sebuah senyuman akan momen ini. Hari ini pasti tidak akan dilupakan Senja. Malam hari, Senja terbangun karena mimpi mengerikan tentang Lintang, meskipun samar - samar. Langsung saja ia SMS Lintang. Tidak lama kemudian ia tenang karena SMS balasan dari Lintang yang sedang mengerjakan tugas. Malam berikutnya, mimpi itu datang lagi mimpi yang sama tentang Lintang dan semakin jelas. 

"Lintang, kamu percaya mimpi bisa menjadi kenyataan?"
"Ha? Kok bertanya seperti itu?"
"Tidak apa - apa. Besok kamu jadi ke Bandung?
"Iya jadi dong Senja, kan lombanya besok"
"Oh.."
"Ada apa memangnya?"
"Tidak ada apa - apa"
"....."
"Tentang rasa yang pernah kamu ceritakan. Apa kamu sudah tahu apa itu?" Tanya Senja
"Hmm, aku masih tidak tahu. Tapi aku menyukainya"

Senja hanya tersenyum mendengar itu. Malam hari mimpi itu datang kembali kali ini sangat jelas. Mimpi mengenai Lintang. Di Kilometer 97 Cipularan, sebuah mobil travel hancur akibat tabrakan keras. Sudah tidak mungkin ada yang selamat. Didalamnya ada seseorang yang Senja kenal. Suara yang memanggil itu dia tahu suara ini, Senja mencari sumber suara itu. Suara itu datang dari tubuh yang berlumuran darah. Senja semakin mendekat, penasaran melihat wajahnya....... LINTAAANGGGG!!!! Teriak Senja. Senja langsung menghampiri Lintang yang berlumuran darah. Air mata turun deras di pipi Senja. 

"LINTANGG!! KENAPA JADI BEGINII!! TOLOOONGGGG TOLOOOOOONGGGG!!!!!"
"Senja, sudah tidak perlu minta tolong" Senyum mengembang di wajah Lintang yang sudah tidak karuan.
"Lintangg!!! Kamu tidak boleh pergiiii, tidak boleeehhh!!!!!!!" Ledakan tangis Senja membahana di jalan
"Senja, aku sudah tahu rasa apa yang selama ini aku rasakan. rasa yang membuat aku bahagia ketika bersama kamu."
"Sudah Lintang, kamu jangan banyak bicara. Aku harus membawa kamu ke rumah sakit."
"Sudah tidak mungkin Senja, aku hanya ingin memberitahu rasa apa yang selalu aku rasakan. Aku yakin sekali ini tidak salah. Rasa itu adalah, Cinta. Rasa cinta ini memberitahuku bahwa kamulah orang yang tulus mendengar semua ceritaku, setia bila aku sedang dalam kesusahan, kamulah orang yang tepat untuk menaruh rasa cintaku ini. Aku mencintaimu Senja"

Senja kaget mendengar kata - kata itu. Dari semua puisi yang pernah dia baca. Ucapan dari mulut Lintang selalu berada diatas. Seketika kata - kata itu membuat Senja bahagia. 

"Bukan saatnya mengatakan hal ini Lintang! Kamu tidak lihat keadaanmu sekarang?!!"
"Senja, apa kamu mencintaiku juga?"
"Lintang... Sebelum rasa itu hadir di dirimu. Dia sudah hadir pada diriku terlebih dahulu. Sudah lama aku menunggu kamu mengucapkan hal ini"

Lintang tersenyum mendengarkan hal itu kemudian ia menutupkan matanya dan ada ucapakn kecil dari mulutnya. 
"Terimakasih Senja"
"LINTANGG!!! LINTANG KAMU TIDAK BOLEH PERGIII!! LINTAAAAAANGG!!!!!!!"

Senja terbangun dengan keringat di wajah. Mimpi itu terasa seperti nyata. Matahari sudah ada diatas. Dia melihat Handphone dan ada SMS dari Lintang
Doain aku yah Senja supaya aku menang lomba. Oh iyaa setelah dari Bandung aku ingin menyampaikan sesuatu ke kamu, aku sudah tahu rasa apa yang selama ini aku rasakan bila bersama kamu. Pokoknya kamu harus tahu apa rasa itu. Sampai berjumpa lagi yaaaa. Wait me yaps ;)
Senja menaruh Handphone dengan pasrah. Air mata kembali mengalir, hanya doa keselamatan yang diucapkan Senja saat ini. Ia menyesal kenapa tidak bangun lebih awal agar bisa mencegah Lintang untuk tidak pergi ke Bandung. Semua sudah terlanjur

-Fiksi

24 March 2013

L.A lights Indie Movie


Tanggal 16 Maret gue dan temen - temen hadir dia acara tahunan yang selalu rame, seru dan kereeeennn!!! Acara ini berhubungan sama perfilman yaitu L.A Lights Indie Movieee !!!


Karena gue sekarang tinggal di bandung so gue ikut yang di bandung. Tempat acaranya di Balaikota Bandung, tahun ini adalah tahun ke-7 bagi LA Light mengadakan acara buat para filmmaker di Indonesia. Hmm yaaa cuman pulau Jawa doang sih heheehe. 

Disini tuh jadi ada banyak booth dimana kita bisa mendapatkan pengalaman dari pembicara. Masing - masing booth itu beda - beda. Ada booth Idea box, Pre-Production, Post-production, Casting, juga booth makanan juga ada doonnggg pastinya. Oiyah terus ada main stage buat band - band akustik nyanyi sama bincang - bincang gitu. 

Di booth Idea Box disini loe bisa ikut challange bikin sinopsi cerita dari gambar storyboard yang udah disediakan di boothnya. Gue ikut ini nih tapi gue bingung, soalnya cuman dikasih gambar doang terus gak berurutan gitu. Tapi gue berusaha untuk memproses semuanya dengan otak gue yoiiiihhh sok gini gue haha. Iya jadi kalo misalkan sinopsis loe bagus terus kayaknya keren nih buat dijadiin film maka sinopsis loe itu nantinya bakal dipilih, terus loe direkrut buat bikin film deeehhh. Gimana manteepp kan tuuuhh? 

Terus ada booth untuk DOP (Director of Photography) sama Director. Nah kalo ini loe nanti akan dikasih sepenggal skrip skenario gitu terus kalo milih DOP loe disuruh nentuin shot yang cocok buat skrip itu tuh darimana ajaaaaa. Kalo director loe disuruh ngitung berapa jumlah shot-nya sama konsep buat skripnya tuh kayak gimana hehehe. Asyik lah pokoknyaaa!!! Buat loe yang jago ngedit video, jago ngulik musik dan pengen tau lebih dalam tentang visual effect, booth Post-Production niih cocok banget. Segala tentang edit mengedit, musik, dan effect di film semuanya ada disini hehehe jadi nyesel bangetlah filmmaker yang gak dateng ke acara ini. Untuk yang tinggal di Malang sama Yogyakarta entar juga ada kok :D jadi yang tinggal di daerah itu dateng aja brooo :D kerennn daaahh!!! 

Oiyah kemarin tuh juga ada special workshop gitu, kalo ini beda lagi jadi kita di tempat yang ber-AC terus dapet ilmu dari mereka yang udah berkecimpung di dunia perfilman contohnya nih Garin Nugroho, Didi Petet, Ringgo Agus Rahman, Popy Sovia, dan masih banyak lagiiiii. Pas ngisi formulir untuk yang special workshop itu cuman boleh milih dua dari lima. Apa aja? Ada how to direct a musical scene, writer's lab, curhat produser: film gue harus laris manis, the future is off screen, how to set up your green screen tutorial. 

Naaahh, kalo gue sih ikut yang sesuai passion gue yaitu writer's lab dan how to set up your green screen tutorial. Di writer's lab gue mendapatkan banyak ilmu, banyuaaaaaakkkkkk angeeeetttt deh. Gue kasih deh nih, kalo kalian mau membuat film bingung ide cerita dapet darimana? so, yang kalian lakuin adalah dengan cara bagaimana jika ........ terus dilanjutkan dengan dan kemudian .......
Ngerti gak? contoh deh nih yaaaa kita ambil dari cerita film petualangan sherina yang ngebuat skrip jujur prananto. Bagaimana jika sherina yang satu sekolah dengan sadam yang selalu bertengkar di sekolah terlibat petualangan seru bersama dan kemudian mereka ternyata saling tahu karakter masing - masing dan akhirnya saling respect dan menolong. Nah itu begitulah bagaimana kita bisa memulai ide untuk bikin cerita film.

So yang ngaku filmmaker jangan ragu - ragu buat dateng ke acara ini. Biaya tiketnya gak mahal kok, malah sangat murah buat loe dapet ilmu yang jarang bisa di dapet, ini dari orang yang terlibat dalam pembuatan film lohh!!! Pasti kereeeennn :D 

Puisi Gue - Termakan Diam


Mata kami sering berjumpa
Bukan berarti ada kata didalamnya
Tidak ada arti yang tersirat
Hanya diam yang kami dapat

Belum ada yang memulai
Merangkai kata untuk menyambungkan
Ikatan yang masih kusut
Kita sama - sama menunggu

Terdiam berselimut rasa cemas
Takut terkena pisau tak terlihat
Ucapan pahit terlanjur dikenang
Berimbas tatapan mata sunyi

Dua tahun berlalu
Ketika dua pasang mata bersautan
Saling bercanda diatas savana
Kini hanya bangkai 
Hilang oleh waktu

21 March 2013

Kunang - Kunang di Pergantian Tahun


Mereka saling bertatapan. Terlihat hasrat untuk mengungkapkan perasaan di mata Rangga, rasa yang datang sejak pertama kali mereka bertemu. Astari masih terdiam, kaku, tidak mampu bergerak seperti tersengat listrik bertegangan tinggi didepannya adalah sepasang mata yang mampu membuat dia terhanyut setiap kali berjumpa dengan punya dia. Itulah yang ia sukai dari sosok Rangga. Pergantian tahun sudah terlewatkan, suara terompet masih terdengar dari bangku taman kota. Dua insan yang sedang menikmati pergantian tahun bersama. Menjadikannya sebuah momentum yang sangat indah dalam kehidupan. Keceriaan ini pasti akan lengkap dengan terciptanya sebuah ikatan cinta baru yang katanya akan muncul bintang baru yang paling bersinar dimana itu adalah pertanda bahwa cinta baru saja tercipta.

"Hmm, Astari ada sesuatu yang pengen aku omongin"

Bibir kecil milik Rangga memulai pembicaraan di bangku taman. Tatapan mata melambangkan keyakinan dari seorang pria, ucapan tegas itu selalu membuat Astari terkagum. 

"Iya, mau ngomong apa Rangga?"
"Sejak pertama kita kenalan, entah kenapa aku merasa nyaman bersama kamu. Atau, apa emang perasaanku saja yaa hehehe"
"Hehehe, aku juga punya perasaan yang sama kok seperti kamu"

Rangga tersenyum mendengar pernyataan dari Astari. Sebuah kalimat yang sangat berarti di momen yang tepat. Bisa nyaman dengan seseorang apalagi lawan jenis sangat jarang bisa diperoleh dari seorang Rangga yang sifatnya kadang suka menyendiri. Suara kembang api menghangatkan suasana malam dikala itu. 

"Astari, sebenarnya aku menyimpan satu perasaan yang bahkan aku sendiri tidak tahu datangnya sejak kapan. Rasanya sangat beda dengan yang lainnya. Suatu perasaan yang bergejolak memaksa untuk diungkapkan dan malam ini aku merasa nyaliku sudah siap."
"Kenapa disimpan? :) emangnya aku ada hubungannya dengan perasaan yang kau simpan?"
"Yaappp ada, soalnya satu perasaan ini tercipta apabila ada kamu dipikiran aku"

Astari tidak menjawab dan memalingkan kepala ke depan dengan senyuman manis di bibirnya. Saat - saat paling bahagia dalam hidupnya akan tiba. Mungkin dia merasa menunggu berabad - abad untuk melihat Rangga melakukannya. Kemudian dia menatap mata Rangga yang tajam penuh keyakinan Astari kembali tepaku.

"Astari, Aku cinta kamu"

Tidak sempat menjawab, Astari kaget dengan kemunculan kunang - kunang diantara mereka berdua. Sekarang mata mereka sudah tidak lagi bertatapan tetapi mengikuti kemana kunang - kunang itu pergi. Dalam hati rangga masih menunggu jawaban dari Astari suatu perasaan yang dari dulu sulit di tafsirkan oleh Rangga hingga akhirnya ia menemukan kata yang bisa menyalurkan satu perasaan itu ke Astari. Yaitu cinta. 

Bukan hanya satu kunang - kunang kini mereka di kelilingi banyak kunang - kunang di taman. Pemandangan indah yang tercipta hanya karena kunang - kunang. Astari masih dengan senyum lebarnya dia merasa ini adalah hala yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Dia tidak sanggup menahan tubuhnya untuk tidak menari bersama kunang - kunang. Rangga yang tersenyum melihat kelakuan Astari dari bangku taman tidak mampu menolak ajakan Astari untuk menari bersama. Mungkin kata orang - orang bila cinta telah terbentuk maka akan ada bintang besinar paling terang. Bagi mereka kehadiran kunang - kunang ini menunjukkan lahirnya sebuah cinta di malam pergantian tahun itu. Astari sangat bersemangat menari sampai - sampai mereka tabrakan dan terjatuh tetapi setelah itu gelak tawa mereka mewarnai taman kota yang gelap. 

Mereka bangun dan berdiri saling berhadapan. Rangga tersenyum diikuti senyuman manis Astari. Rangga melanjutkan pertanyaannya yang belum dijawab.

"Jadi, Apa jawaban dari kamu?"
"Hehehe masa kamu tidak lihat disekitar kita. Kunang - kunang datang ketika kamu mengucapkan kata cinta kepadaku. Ternyata bukan hatiku saja yang menerimanya tetapi mereka juga" ucap Astari sambil menunjuk kunang - kunang

Lagi - lagi senyuman yang selalu hadir di bibir Rangga ketika Astari bersamanya. Sebuah senyuman itulah tanda ia nyaman dekat Astari dan beban hidup serasa omong kosong. Cinta terlahir kembali di malam yang sangat hangat bersamaan sambutan dari kunang - kunang. Hal terindah dalam hidup terekam dalam memori yang paling dalam, memori hati. Pelukan kasih sayang melengkapi segalanya. 

-Fiksi

16 March 2013

Puisi Gue - Tidak Tepat

Angin hanyut dalam malam yg terang
Cahaya indah dari luar angkasa
Menemani seseorang terduduk di taman
Terkaku melihat orang yang dicintai pergi

Tanpa kata hanya suara daun tertawa
Menjadi saksi momentum itu
Air mata jatuh ke bumi
Tidak mampu dibendung
Oleh tanah yang basah karena hujan

Menatap kosong ke depan
Berharap sosok itu kembali dengan senyuman
Bayangan yang sudah melekat di hati

Selalu bertemu dengan hampa
Harapan yang masih tersimpan
Menutup kesalahan yang tercipta
Resiko yang siap ditanggung pundak
Apa daya benang merah putus 

Rasa kecewa menulusuk jantung
Benda berlingkar diam disangkarnya
Saat yang tepat menjadi hancur
Oleh manusia berhati duri

15 March 2013

Cerpen Gue - Cerita tentang Vero dan Rian

"Halooo, kamu dimana?"
"Aku masih ngerjain project sayang, kenapa?"
"Kenapa.. kenapa.. jemput aku sekarang juga! gimana sih kamu"
"Loh emang kamu dimana?"
"Aku di Mall biasanya, udah ih cepetan jemput!"
"Tapi.."
"Tinggal jemput doang susah amet sih kamu!"
"Okee.. okee.. tunggu yaahh"

30 menit berlalu sejak Vero menelpon pacarnya Rian. Sudah lama mereka menjadi sepasang kekasih sejak perkuliahan awal. Hingga kini mereka tetap mempertahankan hubungannya. Persetujuan masing - masing orangtua sudah mereka pegang ketika itu mereka yakin akan hidup bersama selamanya. Cincin pun sudah melingkar di jari - jari manis mereka. Betapa indah perayaan tunangan mereka, semua hadir mengucapkan selamat kepada Rian dan Vero. Rasa bahagia bisa dirasakan oleh keluarga mereka. Rian kini harus pintar membagi waktu antara pekerjaannya dan perencanaan nikah yang tinggal menghitung minggu. 

Vero masih tetap menunggu kehadiran rian sore itu. Tidak seperti biasanya dia selalu bilang ke Rian kalo pergi kemana - mana tapi kali ini tidak. Rasa kesal bisa ditebak di raut wajah Vero, setiap detik dia selalu melihat jam tangannya. Mondar mandir di depan Mall berharap mobil berwarna putih susu segera datang dan Rian didalamnya. Senja mulai pamit dari cakrawala, malam akan muncul menandakan lebih dari 2 jam seorang wanita mondar mandir di depan Mall. Akibat emosi yang menumpuk dia memanggil taksi dan memutuskan untuk pulang dengan taksi. Sesampainya di rumah Vero meluapkan emosinya dengan mencaci maki segala yang ada di kamarnya sendiri. Dia mencoba menghubungi orang yang membuat dia kesal tapi tidak diangkat kadang jawaban dari provider bahwa nomor itu sedang sibuk. Dia semakin geram, merasa ada penyesalan dengan cincin yang melingkar di jari manis. Dia lepas cincin itu, dengan emosi penuh dia melemparkannya ke tembok pojok ruangan. Hari ini Vero merasa lelah sering kali dia menghembuskan nafas panjang, perlahan matanya tertutup. Dia ingin pergi saja dari dunia yang selalu membuatnya kesal, tapi kenyataannya hanya karena orang yang dia sayangi. Kadang Vero berpikir kalo sifatnya ini berlebihan dibandingkan dengan perempuan lain oleh karena itu dia beruntung mendapatkan Rian yang mau menerima dia. Pertemuan mereka memang singkat, pertama kali Vero kenal Rian adalah ketika Sinta temannya Vero memberitahu dia kalo ada teman laki - laki yang sedang single mendengar hal itu Vero semangat kebetulan Vero juga lagi sendiri, tanpa basa - basi dia meminta kontaknya. Hingga pada suatu hari tuhan memberikan izin kepada mereka berdua untuk bertemu, di Mall lah pertama kalinya Vero melihat Rian. Hingga sampai saat ini cincin sudah melingkar di jari manis mereka. 

Mimpi yang indah ini mengingatkan Vero terhadap kenangan manis dengan Rian. Tidak ada yang bisa mengalahkan canda tawa mereka di dunia ini. Meskipun hanya mereka yang mengakuinya. Perlahan vero membuka mata, lelah yang dirasakan membuat dia tertidur sejenak. Kembali dia menyusun rangkaian mimpi yang membuat dia tersenyum. Dia teringat cincin yang dia lempar keras ke tembok setelah diambil dan diperhatikan ternyata cincin tersebut tidak apa - apa, dia bersyukur dan memasangkan kembali di jari manisnya. Dia mencoba menelpon Rian tapi kali ini tidak dengan perasaan emosi, masih sama saja tidak diangkat dan jawaban dari provider. Semakin penasaran kenapa Rian tidak bisa dihubungi Vero mencoba menelpon mertuanya 

"Halooo bu.. kok Rian gak bisa dihubungi yaa bu?"
"Dek vero.."

Vero kaget dengan jawaban mertuanya karena seperti terisak menangis. Entah kenapa perasaan Vero menjadi tidak enak. Takut terjadi apa - apa terhadap Rian, tapi dia berusaha menepis rasa itu.

"Dek Vero.. Rian... kena kecelakaan tadi sore... "

Jawaban beserta isak tangis dari suara telepon Vero membuat dia terdiam. Tanpa sadar air mata menetes hanyut di pipi Vero. Perasaan yang tidak bisa dijelaskan saat ini hanya bisa menerima dengan diam dan pasrah, ketidak percayaan terhadap kenyataan yang pahit. Seorang yang dicintai menghilang tanpa pamit, belum sempat untuk melihat senyum yang selalu membuat dia semangat menjalani hidup.  Segalanya hilang menjadi debu.
-Fiksi



Gantung yahh?? hehehe yaa emang tujuan gue buat cerpennya begitu sih.. tapiiiiiiiii emang yang kayak gini kadang ada, hal - hal yang kecil tapi kalo mengalami kesalahan ujungnya bisa menjadi besar :) so berhati - hatilah dalam bersikap. Intinya jaga ego kita :D dadaaaaaahhh~ #MaafSokBijak




12 March 2013

Puisi Gue - Sebuah Kisah Klasik


Tingkah konyol di masa lalu
Membuat garis besar di hidup
Mewarnai kenangan yang kelam
Mem-pelangikan yang hitam

Kita sekarang berbeda dimensi
Menyusun pazzle agar sempurna
Untuk bisa dipamerkan kelak

Canda dan tawa melambung dalam ingatan
Suka dan duka pernah dirasakan bersama
Kita sebagai teman
Kita sebagai saudara jauh

Mari kita ulangi petualangan yang lalu
Kita teruskan bagian yang hilang
Ciptakan lagi keresahan 
Menuju kebersamaan yang erat

11 March 2013

Cerpen Dari Agus Noor


Tadi abis muter - muter di Dunia Maya dan gue menemukan tulisan yang keren. Bukan punya gue sih tapi punya-nya @agus_noor tulisan dibawah ini gue ambil dari blog dia http://agusnoorfiles.wordpress.com/

Langsung Liat aja yuuukkk....


KURMA KIAI KARNAWI
Cerpen Agus Noor
TUBUH orang itu menghitam — nyaris gosong — sementara kulitnya kisut penuh sisik kasar dengan borok kering. Mulutnya perot, seakan ada yang mencengkeram rahang dan lehernya. Ia terbelalak seolah melihat maut yang begitu mengerikan. Sudah lebih delapan jam ia mengerang meregang berkelojotan. Orang-orang yakin: dia terkena teluh, dan hanya kematian yang bisa menyelamatkan.
Kiai Karnawi, yang dipanggil seorang tetangga, muncul. Beliau menatap penuh kelembutan pada orang yang tergeletak di kasur itu. Kesunyian yang mencemaskan membuat udara dalam kamar yang sudah pengap dan berbau amis terasa semakin berat. Beberapa orang yang tak tahan segera beranjak keluar dengan menahan mual. Kiai Karnawi mengeluarkan sebutir kurma, dan menyuapkan ke mulut orang itu. Para saksi mata menceritakan: sesaat setelah kurma tertelan, tubuh orang itu terguncang hebat, seperti dikejutkan oleh badai listrik. Lalu cairan hitam kental meleleh dari mulutnya, berbau busuk, penuh belatung dan lintah. Dari bawah tubuhnya merembes serupa kencing kuning pekat, seolah bercampur nanah. Seekor ular keluar dari duburnya, dan — astagfirullah — puluhan paku berkarat menyembul dari pori-pori orang itu. Lalu berjatuhan pula puluhan mur dan baut, potongan kawat berduri, biji-biji gotri dan silet yang masih terlihat berkilat. Orang itu mengerang panjang. Kiai Karnawi mengangguk ke arah yang menyaksikan, “Biarkan dia istirahat.”
Keesokan harinya, orang itu sudah bugar.
Kisah itu hanyalah salah satu dari banyak kisah yang sudah Hanafi dengar tentang Kiai Karnawi. Kisah paling dramatik yang Hanafi dengar, ialah saat terjadi bentrok petani dengan aparat. Para buruh tani yang bertahun-tahun menggarap lahan  protes ketika diusir, karena hendak dibangun perumahan mewah. Merasa protesnya tak ditanggapi, mereka merusak pagar pembatas dan mulai bentrok dengan aparat yang mengepung. Beberapa gubuk petani dibakar beberapa preman yang disewa pengembang, membuat suasana makin kalap. Bentrokan tak bisa dihindarkan. Aparat mulai melepaskan tembakan. Satu peluru nyasar mengenai seorang bocah, tepat menghunjam kepalanya. Kemunculan Kiai Karnawi mampu meredakan amuk buruh tani. Saat itu Kiai Karnawi berhasil menangkap sebutir peluru yang ditembakkan kepadanya (Hanafi suka membayangkan adegan ini secara slow motion seperti dalam film: ketika peluru itu meluncur ke arah Kiai Karnawi, dan dengan gerakan ringan Kiai Karnawi menangkapnya) dan langsung membentak komandan pasukan, agar menarik mundur semua aparat. Bocah yang kepalanya tertembak dibopong Kiai Karnawi. Disuapkan sebutir kurma. Pelan-pelan, peluru yang menancap dalam kepala bocah itu menggeliat keluar. Dan lobang bekas peluru itu, menutup dengan sendirinya.
Kisah lain adalah ibu hamil yang kandungannya sudah lebih dari 19 bulan, tapi bayinya tak juga mau keluar. Ia buruh cuci harian, yang tak punya biaya untukcaecar. Perut itu menggelembung, seolah membopong sekarung beras, membuatnya kepayahan berjalan. Belum lagi rasa sakit yang selalu menyodok dan mengaduk-aduk perutnya. Ia akhirnya hanya bisa terkapar dengan perut yang semakin membesar. Orang-orang kemudian kasak-kusuk, kalau bayi yang dikandungnya membawa kutukan. Kalau pun lahir hanya membawa keburukan. Setelah kehilangan harapan, suaminya mendatangi Kiai Karnawi, yang memberinya sebiji kurma. “Pulanglah, dan suruh istrimu makan kurma ini,” ujar Kiai Karnawi. Dua jam setelah makan kurma itu, bayinya lahir: selamat dan sehat.
Itu kurma ajwah, kata orang-orang. Kurma Nabi. Kurma dari surga, yang bisa menangkal sihir dan racun. Kanjeng Nabi sendiri yang menanam bibit pohon kurma itu di Madinah. Warnanya kehitaman, tak lebih hanya setengah jari orang dewasa, lebih kecil dibanding kurma lainnya, tapi paling enak rasanya. Kiai Karnawi memetik langsung kurma itu dari pohon yang ditanam Kanjeng Nabi. Kisah itu, sering diceritakan berulang-ulang Umar Rais kepada Hanafi. “Terkadang, setiap Jumatan, Kiai Karnawi sholat di Masjid Nabawi,” ujar majikannya. “Setelah itu, Kiai Karnawi selalu memetik kurma ajwah dan membawanya pulang. Di bulan Ramadhan, Kiai Karnawi juga sering sholat witir di masjid Madinah itu…”
Tapi ada lagi cerita lain yang didengar Hanafi. Kabarnya Kiai Karnawi didatangi Nabi Khidir dalam mimpi. Kiai Karwani diajak ke kebun kurma yang begitu luas, seakan batas kebun itu jauhnya sampai ke lengkung cakrawala. Ada beberapa tenda di dekat kebun kurma itu. Di sana sudah berkumpul beberapa orang. Sepertinya mereka kafilah pengembara dari berbagai negeri yang jauh. Nabi Khidir kemudian menyuruh mereka menunjukkan: yang mana pohon kurmaajwah di antara ratusan pohon kurma yang tumbuh di kebun itu. Dengan yakin, satu per satu orang itu menunjuk sebuah pohon. Tapi Nabi Khidir menggeleng. Tak satu pun dari orang-orang itu berhasil. Sampai tiba giliran Kiai Karnawi.
“Bisakah kisanak tunjukan, yang mana pohon kurma ajwah yang ditanam kanjeng Nabi, 14 abad yang lalu….” ujar Nabi Khidir.
“Sebelumnya, maafkan sahaya yang daif ini, Sinuhun,” Kiai Karnawi bicara sopan, “bisakah Sinuhun memberitahu terlebih dahulu, di mana arah kiblat..”
Lalu Nabi Khidir menunjuk satu arah. Tepat, di arah yang ditunjuk itu terlihat satu pohon kurma.
“Terimakasih, Sinuhun. Itulah gerangan pohon kurma ajwah yang Sinuhun maksud…”
Nabi Khidir tersenyum. Dipetik satu buah kurma, dan diberikan pada Kiai Karnawi. Banyak yang yakin, kurma itulah yang selalu diberikan Kiai Karnawi kepada orang-orang. Sebiji kurma itu, tak akan pernah habis dimakan. Ada kejadian yang dilihat langsung Hanafi terkait hal itu. Ia diajak majikannya mengikuti pengajian Kiai Karnawi. Ratusan orang hadir di pengajian lailatut qadar di rumah Kiai Karnawi yang kecil dan sederhana. Hanafi melihat sebutir kurma tersaji di piring seng yang sudah tampak kuno. Bergiliran, ratusan orang yang hadir mengambil kurma itu dan memakannya — atau ada yang mengantunginya untuk dibawa pulang — tapi di piring itu: tetap saja masih ada sebutir kurma…
Kurma ajwah pemberian Nabi Khidir, begitu banyak orang meyakini.
Beberapa kali Hanafi bertemu Kiai Karnawi, saat mengantar Umar Rais sowan. Tak hanya pada acara-acara keagamaan, tapi pada tiap kesempatan — biasanya pada akhir pekan dan saat ada bakti sosial seperti sunatan massal atau pengobatan gratis di rumah Kiai Karnawi — majikannya selalu menyempatkan datang.
Perawakan Kiai Karnawi kurus, agak pendek, berkulit coklat gelap. Penampilannya sama sekali tidak meyakinan sebagai seorang kiai yang kharismatik. Tidak bergaya, gumam Hanafi saat pertama kali melihatnya, tidak seperti kebanyakan tokoh agama sekarang yang sering dilihatnya di televisi, yang selalu berpakaian modis  atau bersurban putih necis. “Hehe, saya ini memang kiai jadul,” Kiai Karnawi tertawa terkekeh, sambil melirik Hanafi. Langsung membuat  Hanafi tertunduk. Ia yakin, Kiai Karnawi bisa membaca yang dipendam dalam hatinya.
Sehari-hari Kiai Karnawi hanya berpeci hitam — yang sudah kusam — dan mengenakan sarung komprang, serta baju model kemeja warna gelap. Tapi kesederhanaannya itulah yang membuat ia terlihat lebih berwibawa. Dan ini yang kemudian membuat Hanafi terkesan: meski pun jarang mengutip ayat-ayat, nasehatnya disimak dan dipatuhi. Bukan kiai yang suka mengobral ayat, begitu komenar orang-orang. “Tak perlu sebentar-bentar mengutip ayat, untuk menjadi bijak,” ujar Kiai Karnawi, pada pengajian yang sempat Hanafi ikuti.
***
SORE itu Hanafi melihat majikannya agak gugup. “Cepat kamu ke rumah Kiai Karnawi…” Wajah Umar Rais yang tak bisa menyembunyikan kepanikkan membuat Hanafi malah jadi bingung, dan bengong. “Ayo, cepat. Besok sudah pencoblosan. Kiai Karnawi mau memberi saya kurma. Mestinya saya mengambilnya sekarang. Tapi saya mesti rapat konsolidasi terakhir dengan para pimpinan partai pendukung. Jangan sampai lupa. Biar saya dianter Hamid, kamu yang ambil kurma itu. Sebelum jam duabelas nanti, kurma itu harus sudah saya terima. Jangan lupa!”
Mendengar majikannnya mengucapkan ‘jangan lupa’ sampai dua kali dan bernada tegas, Hanafi tahu, persoalan kurma itu amat penting bagi majikannya. Sejak terjun ke politik, majikannya memang jadi terlihat gampang tegang. Duapuluh tahun menjadi sopir Pak Rais, membuat Hanafi bisa merasakan perubahan itu. Ia sebenarnya juga tak terlalu setuju ketika majikannya mulai aktif di partai politik. “Buat apa sih ikut partai politik,” katanya waktu itu. “Lebih enak jadi pengusaha kan, Pak…”
“Sekarang ini tak cukup hanya jadi pengusaha,” jawab Umar Rais. “Kamu tahu, jadi pengusaha kalau tidak dekat dengan partai juga sulit dapat proyek. Tidak bakalan dapat bagian. Semua politikus itu sudah melebihi pengusaha cara berfikirnya. Mereka hanya berfikir untung, untung dan untung. Mereka harus dapat bagian untuk setiap proyek yang mereka anggarkan. Proyek belum berjalan, mereka harus diberi persekot di depan. Sementara keuntungan pengusaha yang makin sedikit juga mesti dialokasikan buat setor ke partai. Kalau tidak ya tidak bakal bisa menang tender…”
Hanafi diam mendengar jawaban itu. Hanafi sudah ikut Umar Rais sejak majikannya itu meristis usaha mebel. Ketika krisis moneter membuat nilai tukar rupiah jatuh, usahanya mendapat keuntungan berlipat, karena mebel yang diekspor dibayar dengan dollar. Kemudian majikannya mulai berbisnis sebagai kontraktor dan pengembang. Bagi Hanafi, itu dirasakannya sebagai masa-masa yang menyenangkan menjadi sopir Pak Rais. Ia merasa dekat dan hangat. Pak Rais banyak bercanda, dan punya banyak waktu buat keluarganya. Sebagai sopirnya, ia juga merasa lebih santai, tak seperti sekarang yang setiap hari bisa lebih sepuluh kali mengantar kesana-kemari untuk pertemuan atau rapat partai. Apalagi ketika majikannya mencalonkan diri jadi Wali Kota. Setiap waktu jadi tampak serius dan tegang. Dari pagi Hanafi harus mengantar dari satu rapat ke rapat lainnya. Yang membuatnya lebih capek, ia harus sering mengirim bermacam atribut kampanye, berkadus-kadus barang dan bingkisan amplop — yang ia yakin berisi bergepok-gepok uang — ke posko-posko pemenangan hingga pelosok kampung. Bisa subuh ia baru pulang, dan harus siap lagi jam enam pagi. Melelahkan. Lagi pula ia takut, nanti kalau majikannya benar-benar jadi Wali Kota, buntut-buntutnya akan kesangkut korupsi.
Terus terang, itu semua yang tak terlalu membuat Hanafi suka. Ia sempat bilang, “Kenapa sih mesti mencalonkan diri jadi Wali Kota segala? Nanti malah repot…”
“Saya tidak mencalonkan diri, Hanafi,” jawab Pak Umar sambil tersenyum. “Saya ini hanya dicalonkan. Banyak partai yang meminta dan mendukung. Yah, saya ini ibaratnya hanya menjalankan amanah. Kalau nanti saya menang, kan kamu juga ikut senang. Kamu nanti saya jadikan kader partai nomer satu… ”
“Jadi kader partai itu tidak enak, nanti malah jadi tumbal,” Hanafi melirik majikannya yang terdiam. “Saya lebih senang Bapak jadi pengusaha saja. Politik itu mengerikan.”
“Mengerikan bagaimana?”
“Ya, takut saja nanti Bapak kena KPK…”
Umar Rais hanya tertawa pelan. “Kamu tenang saja. Saya mau dicalonkan jadi Wali Kota begini ya setelah minta nasehat Kiai Karnawi kok. Beliau memberi restu. Kalau tidak, ya saya tidak berani maju. Nanti, sehari menjelang pencoblosan, Kiai Karnawi akan memberi saya kurma.”
Kurma itulah yang harus segera diambil oleh Hanafi.
***
HANYA Hanafi yang terlihat bengong ketika hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota resmi diumumkan: Umar Rais terpilih sebagai Wali Kota! Suasana rumah majikannya dipenuhi sukacita kebahagiaan. Dua anak laki-laki Pak Umar yang sudah mahasiswa bahkan tak bisa menyembunyikan kegembiraannya dengan berlarian teriak-teriak keliling halaman, “Yeaah, akhirnya Bapak jadi Wali Kota! Wali Kota!!” Beberapa pendukung sujud syukur. Puluhan orang bergiliran datang memberi selamat. Bu Umar terlihat selalu tersenyum menyambut setiap ucapan.
“Kenapa kamu bengong begitu?” Hamid menepuk pundaknya. Membuat Hanafi tergeragap. “Kamu tidak senang Pak Umar menang?”
Hanafi mencoba tersenyum. Ia bukan tak suka majikannya menang. Ia hanya heran, kenapa bisa menang?! Hanafi melihat majikannya melambai memanggil. Buru-buru ia mendekat.
“Ada apa, Pak?”
“Nanti kamu antar saya ke Kiai Karnawi. Saya mesti sowan. Mesti berterimakasih. Saya yakin, berkat kurma Kiai Karnawi itulah saya bisa menang…”
Hanafi cepat-cepat mengangguk. Bukan mengiyakan, tetapi lebih untuk menyembunyikan kegugupannya. Tiba-tiba ia ingat ketika mengambil kurma Kiai Karnawi sebagaimana disuruh majikannya. Ia berharap majikannya tak terpilih, makanya kurma dari Kiai Karnawi itu ia makan sendiri. Ada pun kurma yang dia berikan pada majikannya hanyalah kurma yang ia beli di pinggir jalan…
Bandung, 2012

Gimana? sudah bacakah?? Asyik yeee pembawaan ceritanya jadi ada sedikit sindiran gitu didalamnya.  Udah. Singkat aja komentar gue yaakk -___- Kalo ada yang mau liat versi aslinya bisa kunjungin dan cerita - cerita yang lain dia disini >> http://agusnoorfiles.wordpress.com/2012/10/10/kurma-kiai-karnawi/

10 March 2013

Indie Bareng Bersama CUT Film



Tanggal 7 Maret kemarin komunitas CUT Film mengadakan "Indie Bareng" Screening bersama film indie Bandung. Kalo yang belom tau apa itu Komunitas CUT Film bisa langsung di @CUT_Film aja :)



Acara ini be-kerja sama dengan Bober Cafe Tropica yang di jalan Sumatra.  Ini itu acara screening karya komunitas film di Bandung, setelah screening akan ada diskusi bareng mengenai film yang ditayangkan. Film - film yang ditampilkan screening adalah film dari rekan - rekan komunitas filmmaker juga ada dari LFM ITB, CC Unpad, Over Crazy Art, Sinematografi 5, 89 Project. Ada juga teman - teman dari Story Lab bandung

Acara berikutnya tanggal 25 April nih mabrooo :D ayooo bagi kalian yang ngaku filmmaker dateng ke acara ini. Karena kalian akan mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang keren, yang pastinya tentang pembuatan film. Terus kalo kalian punya film yang pengen ditonton dan diapresiasi langsung aja kirim film kalian lewat twitter @CUT_Film Tinggal mention terus tanya - tanya aja deh gimana caranya kalo mau ngirim film?? :D

Apa yang gue dapet dari acara ini?? Kebetulan film yang gue bikin bareng temen - temen di CUT Film Production juga ditayang disini dengan judul "Dream". Ketika sesi diskusi gue mendapat kritikan yang luar biasa keren dari film yang gue buat. Beberapa hal yang gue simpulkan adalah sebelum melakukan produksi film baiknya kita melakukan penelitian/observasi terhadap isi film kita. Misalnya pengen bikin film yang ada sangkut pautnya sama penyakit tertentu, sebaiknya kita mengenal dulu dengan penyakit tersebut harus tahu betul seperti apa penyakit tersebut. 

Untuk membuat film memang asyik kalo kita berada di zona aman pembuatan film. Maksud zona aman disini adalah misalkan loe adalah seorang mahasiswa lalu loe membuat film yang settingannya anak mahasiswa dan tentang kehidupan mahasiswa nah inilah yang disebut zona aman. Sekali - kali sih bolehlah tapi sebenarnya banyak diluar sana sesuatu yang bisa kita explore. Cobalah untuk membuat film keluar dari zona aman sehingga kita akan mendapatkan pengalaman lebih selama pembuatannya. Contoh kita pengen buat film pemerannya bapak - bapak atau nenek - nenek tempatnya di hutan belantara atau engga di laut. Keluar dari zona aman memang ada tantangannya tapi justru itu yang membuat kita berkarya lebih baik lagi.



Foto menyusul~

Postingan Random


Apa yang bisa kau dapat bila hanya memandang dari jauh, ketika sosok indah yang melintas tanpa kau sapa dengan kata - kata hanya tatapan penuh harap. Ambisimu untuk mendapatkan namanya saja hanya isapan jempol bagi nyalimu, kau selalu mendapatakan tawa dari jiwamu. Mengagumi saja cukup bagi pengagum tapi sangat kurang bagi pecinta sepertimu, pendirianmu lemah sekali tanpa ada bukti di kehidupan nyata. Kau seperti sampah menunggu diambil oleh pemulung yang kelaparan. Apa kau akan tetap diam menunggu bintang jatuh tepat di depanmu? Bagaimana jika meteor yang besar, berat, menghantam tubuhmu yang renta maka berakhirlah segala khayalan penuh kegilaanmu itu. Tidak akan ada rasa tanpa saling bertatap, senyuman dua insan, sentuhan yang tidak sengaja, ucapan selamat malam. Kau tidak akan memperolehnya, hei lihatlah ke jendela begitu luas dunia yang bisa kau genggam. Caranya? Bergeraklah langkahkan kakimu di  tanah yang basah rasakan udara sejuk dan jangan kau sia - siakan. Tempatmu itu hanya mempersempit otak dan hatimu. Cobalah kau terbang tanpa sayap, apakah bisa? Bisa, kau ajak dia yang selalu membuatmu tersenyum, yang selalu membuatmu khawatir, yang selalu membuatmu sedih, yang selalu membuatmu tenang ajak dia berdiri di sampingmu untuk melihat dirimu. Buktikan bahwa terbang tanpa sayap akan tercapai bila ada dia disampingmu. 

Hei kamu apa kabar? Kita bertemu lagi, sudah cukup lama tidak bertemu. Apakah kamu membuat kata - kata seperti aku? Seperti diatas. Coba aku tebak, sepertinya tidak :) rasa itu datang ketika tingkah laku-mu, senyumanmu, suaramu. Hei kamu apa kabar? Disini aku sama seperti biasanya. Baik. 


mencoba menjadi orang sedih sedunia, berhasil atau gagal yaa? wakakakak

09 March 2013

Galau Itu Asyik???


"Lo paling suka ngapain?"
"Galau..."
"Kok galau? Emang Asik??"
"Asik tau, coba aja rasain...."


Hayooooo siapa yang demen sama ke-galauannya??? Manusia mana sih yang gak pernah galau -__- pasti semua pernah. Karena galau itu kan karena cinta, dan manusia tidak akan ada tanpa cinta~ Jadi bukan manusia namanya kalo belum merasakan cinta #sotoy. Tapi apa kalian pikir dengan meng-galau itu asik dan menyenangkan di saat tertentu? sebenarnya ada loh kegiatan yang lebih asik dan keren daripada galau, gue ada nih sesuatu yang lebih asik dari galau yaaaaa menurut gue sih ini yaaaahh gak tau deh kalo menurut loe asik atau enggak. 

Mabrooo tau gak kalo berkarya itu lebih menyenangkan daripada nangis mengenang masa lalu yang indah padahal itu cuman kenangan, bisa diingat tapi tidak bisa dirasakan. Mending kita buat yang real-real ajah daripada hayalan melulu yang diurusin. Kalo yang suka bikin film yaudah deh loe bikin film yang banyak, kalo suka nulis kenapa gak buat cerpen aja yang banyak terus loe kirim ke koran - koran ngehasilin uang kan tuh. Dengan berkarya pikiran loe akan terus diasah untuk menciptakan hal yang baru dimana itu bisa menjadi ciri khas loe dalam berkarya. Pikiran bisa lebih terbuka dengan ide - ide yang mencul ketika berkarya, gimana asik gak tuh? banyak manfaat juga lagi. Daripada loe galau, otak tujuan berpikirnya cuman ke kenangan - kenangan bersama seorang yang memberikan kebahagiaan sesaat. Lebih asik pikiran terbuka karya bermunculan uang berdatangan gebetan pun pasti akan menempel dengan sendirinya wakakaakak #ilmusotoy

Di dunia ini engga ada yang lebih asik dibandingkan kumpul bareng temen. Uyooiiihhh banget nih, tempat bisa dimana aja, di kamar, di kantin kampus, di angkringan, pokoknya dimana aja lah insya allah kalo bareng temen semuanya pasti asik. Ngobrol - ngobrol ringan tukar - menukar pikiran sampai ngomong yang berat - berat ( apa coba ngomong yang berat-berat -_- ) bahkan kolor temen cewek cantik dikelas dipermasalahkan. "wah, pasti dia make yang berenda-renda men" "sotoy lo, gue yakin g-string coy!" "aaahh salah loe semua, gue udah liat depannya tuh ada gambar hello kitty!!" Hal seperti ini kadang terjadi dalam suatu perbincangan malam para lelaki cabul. Banyak deh yang bisa loe dapet bareng temen-temen loe, asik gak? yaaa tentu asik dooonggg. So, jangan sering menyendiri sekarang loe langsung ke temen loe dan lakukan sesuatu yang meng-asyikkan :D

Daripada galau enaknya ngapain? Ya tidurlah. Ngapain bengong planga plongo ampe larut malem tanpa arah dan tujuan kalo gue sih mending milih buat tidur hahaha kan enak tuh tidur bangun - bangun seger kalo kuliah pagi engga kesiangan deh hehehe atau gak paling yaaahhh main internet baca - baca artikel yang menambah wawasan atau engga ke situs - situs yang engga ke-blokir hahaha.

Kalo gue sendiri sih yaaa ini yang paling asyik nih meskipun kadang butuh niat yang tinggi dan inspirasi yang berlebih yaitu adalaaaaaaahhhh ngeblog!!!! :D Ini paling uyoooiiiiihhh banget nih heheehe malem - malem sambil denger musik mau yang keras ampe melow terus cangkir kopi yang siap dislruuupuuuttt... mantaapp dah heehehe. Satu persatu postingan makin banyak deh heheehe. Iya dong sebagai blogger amateur gue pengen terus posting sampeee orang monte negro komen di postingan gue atau zooey deschanel nge-follow blog gue hahaha yang namanya mimpi bebaslah... yaaaa setinggi - tingginya~


07 March 2013

Cover Majalah Oplosan


Dapet tugas dari dosen buat bikin cover majalah gitu dan yang terjadi adalah.......

Catatan: punya gue yang pertama






Kalo sekiranya ada yang mau muntah atau perasaan jadi gak enak setelah melihat gambar - gambar diatas gue mohon maaf... 


06 March 2013

Cerita Gue Tentang Menulis


Akhirnya setelah berhari - hari yang bagi gue itu seperti bertahun - tahun internet mati sekarang sudah kembali menunjukkan kecepatannya. Bisa dibilang gue ini orang yang gak bisa hidup tanpa internet. Mau makan pasti inget internet, mau pergi pamitan dulu ama internet, oh internet ai loph yu pulll...
Jadi gini, gue sedikit dapet pencerahan dari dosen gue yang berbadan tambun. Pencerahan yang gue dapet sih cerah banget, tapi gak tau deh tulisan gue ini bakal secerah dengan apa yang gue dapat apa kagak yang penting tetap optimis sama orang yang mau digantung di monas. *gak nyambung*

Ketika gue bengong di kelas, dosen sedang asik - asik membicarakan tentang penulisan naskah radio dan televisi. Dalam menulis sebaiknya jangan asal jeplak menulis yang tidak sesuai norma agama dan budaya. Gimana sih tulisan loe tuh bisa menarik untuk pembaca? gimana sih dari tulisan loe bisa dapet uang? sekarang lupakan tentang pelajaran Bahasa Indonesia dulu deh, tapi yaa gak semuanya juga dilupakan kalo EYD dan tanda baca itu sih juga harus diperhatikan. Sebenarnya gue disini agak nyotoy (re: sok tau) padahal tulisan gue enggak bagus - bagus amat. Tapi ada hal yang sebenarnya tidak kita sadari padahal itulah yang membuat  suatu hal menjadi berguna. 

Pertama adalah judul. Yaapp, ternyata judul ini salah satu penentuan bagi pembaca apakah mau ngebaca isi dari judul tersebut atau tidak. Terus, kita harus buat yang kayak gimana? Minggu lalu gue disuruh buat  tulisan tentang pengalaman selama hidup gue langsung aja gue nulis tentang masa SMA gue, so pasti lah masa - masa SMA itu emang paling best ever iya jadikan gue nulis tentang pengalaman memalukan gue pas SMA dimana gue dihukum senior lari - lari pake kancut di kepala. buat lebih jelas bisa liat di postingan gue 'secuil cerita di masa SMA' Jadi sebenarnya tuh gue buat dua tulisan di blog gue satunya yang emang disuruh ama si dosen alamatnya di siniiiiiiiiiiiii judulnya sebenarnya bukan itu, tadinya tuh cuman 'my experience' dan setelah gue maju depan kelas untuk menjelaskan isi tulisan gue, gue di beri kritik dan saran yaaa itu tadi tentang judul tulisan gue yang biasa - biasa aja, datar, gak menarik, dan sepertinya membosankan kalo diterusin baca (re: my experience). Yasudaaahh deh abis selesai kelas gue langsung ganti sama yang sekarang. Dipikir lebih dalam lagi sih emang bener, kalo pandangan pertama aja udah ngebosenin ya selanjutnya pasti ga akan ditengok. Jadi menurut gue nih yaa, buat seunik mungkin judul tulisan kalian tapi tetap sesuai sama benang merahnya yang penting jangan sampai karena bingung nyari judul terus malah jadi males nulis. jangaan!!! Kagak ada alasan stuck dan susah nyari inspirasi, stuck.. stuck.. emangnya susah move on stuck ama mantah #ehhh inspirasi? cari aja sampai negeri China pasti ada kok atau gak ke jamban aja biasanya inspirasi inspirasi keren dari situ tuh, biasanyaaaaa~ So, ketika diawal udah asik seterusnya bakal nikmat buat pembaca pastinya :) insyaaaa allaaaaaahhhhh. amiiiiiinnnnn 

Terus lagi nih, dalam penulisan gue disitukan agak ambigu apakah itu tulisan formal atau gaul atau anak - anak. Hal itu dicetuskan langsung oleh temen kelas gue, kalo di liat - liat sih emang bener tulisan gue entah kemana arah dan tujuannya seperti butiran debu yang terbang melayang terus nempel di benda - benda atau masuk hidung terus nempel di ingus yang kemudian mengeras lalu menjadi upil yang sangat nikmat ketika diambil dengan jari berkuku panjang. Tapi tulisan gue gak segitunya jugalah -___- masa sesedih itu tulisan gue :( jadi buat teman - teman sejagat se-tanah air mari kita lebih konsisten lagi dalam memilih jenis penulisan karena sesungguhnya penulisan yang benar terkandung isi yang sesuai dengan jalannya. 

Segitu aja deh dari gue, semoga itu bisa membuat yang baca bisa semakin keren dalam menulis. Setiap penulis pasti punya ciri khasnya kok :) itu sih dari kaliannya mau seperti apa yang penting tetap happy dalam menulis. Wokeehh dadah dadaaaaahhhh

Oiya satu lagi, semoga harapan kalian di bulan Maret ini tercapai yaaaahh :D cuuussssss
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...