21 March 2013

Kunang - Kunang di Pergantian Tahun


Mereka saling bertatapan. Terlihat hasrat untuk mengungkapkan perasaan di mata Rangga, rasa yang datang sejak pertama kali mereka bertemu. Astari masih terdiam, kaku, tidak mampu bergerak seperti tersengat listrik bertegangan tinggi didepannya adalah sepasang mata yang mampu membuat dia terhanyut setiap kali berjumpa dengan punya dia. Itulah yang ia sukai dari sosok Rangga. Pergantian tahun sudah terlewatkan, suara terompet masih terdengar dari bangku taman kota. Dua insan yang sedang menikmati pergantian tahun bersama. Menjadikannya sebuah momentum yang sangat indah dalam kehidupan. Keceriaan ini pasti akan lengkap dengan terciptanya sebuah ikatan cinta baru yang katanya akan muncul bintang baru yang paling bersinar dimana itu adalah pertanda bahwa cinta baru saja tercipta.

"Hmm, Astari ada sesuatu yang pengen aku omongin"

Bibir kecil milik Rangga memulai pembicaraan di bangku taman. Tatapan mata melambangkan keyakinan dari seorang pria, ucapan tegas itu selalu membuat Astari terkagum. 

"Iya, mau ngomong apa Rangga?"
"Sejak pertama kita kenalan, entah kenapa aku merasa nyaman bersama kamu. Atau, apa emang perasaanku saja yaa hehehe"
"Hehehe, aku juga punya perasaan yang sama kok seperti kamu"

Rangga tersenyum mendengar pernyataan dari Astari. Sebuah kalimat yang sangat berarti di momen yang tepat. Bisa nyaman dengan seseorang apalagi lawan jenis sangat jarang bisa diperoleh dari seorang Rangga yang sifatnya kadang suka menyendiri. Suara kembang api menghangatkan suasana malam dikala itu. 

"Astari, sebenarnya aku menyimpan satu perasaan yang bahkan aku sendiri tidak tahu datangnya sejak kapan. Rasanya sangat beda dengan yang lainnya. Suatu perasaan yang bergejolak memaksa untuk diungkapkan dan malam ini aku merasa nyaliku sudah siap."
"Kenapa disimpan? :) emangnya aku ada hubungannya dengan perasaan yang kau simpan?"
"Yaappp ada, soalnya satu perasaan ini tercipta apabila ada kamu dipikiran aku"

Astari tidak menjawab dan memalingkan kepala ke depan dengan senyuman manis di bibirnya. Saat - saat paling bahagia dalam hidupnya akan tiba. Mungkin dia merasa menunggu berabad - abad untuk melihat Rangga melakukannya. Kemudian dia menatap mata Rangga yang tajam penuh keyakinan Astari kembali tepaku.

"Astari, Aku cinta kamu"

Tidak sempat menjawab, Astari kaget dengan kemunculan kunang - kunang diantara mereka berdua. Sekarang mata mereka sudah tidak lagi bertatapan tetapi mengikuti kemana kunang - kunang itu pergi. Dalam hati rangga masih menunggu jawaban dari Astari suatu perasaan yang dari dulu sulit di tafsirkan oleh Rangga hingga akhirnya ia menemukan kata yang bisa menyalurkan satu perasaan itu ke Astari. Yaitu cinta. 

Bukan hanya satu kunang - kunang kini mereka di kelilingi banyak kunang - kunang di taman. Pemandangan indah yang tercipta hanya karena kunang - kunang. Astari masih dengan senyum lebarnya dia merasa ini adalah hala yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Dia tidak sanggup menahan tubuhnya untuk tidak menari bersama kunang - kunang. Rangga yang tersenyum melihat kelakuan Astari dari bangku taman tidak mampu menolak ajakan Astari untuk menari bersama. Mungkin kata orang - orang bila cinta telah terbentuk maka akan ada bintang besinar paling terang. Bagi mereka kehadiran kunang - kunang ini menunjukkan lahirnya sebuah cinta di malam pergantian tahun itu. Astari sangat bersemangat menari sampai - sampai mereka tabrakan dan terjatuh tetapi setelah itu gelak tawa mereka mewarnai taman kota yang gelap. 

Mereka bangun dan berdiri saling berhadapan. Rangga tersenyum diikuti senyuman manis Astari. Rangga melanjutkan pertanyaannya yang belum dijawab.

"Jadi, Apa jawaban dari kamu?"
"Hehehe masa kamu tidak lihat disekitar kita. Kunang - kunang datang ketika kamu mengucapkan kata cinta kepadaku. Ternyata bukan hatiku saja yang menerimanya tetapi mereka juga" ucap Astari sambil menunjuk kunang - kunang

Lagi - lagi senyuman yang selalu hadir di bibir Rangga ketika Astari bersamanya. Sebuah senyuman itulah tanda ia nyaman dekat Astari dan beban hidup serasa omong kosong. Cinta terlahir kembali di malam yang sangat hangat bersamaan sambutan dari kunang - kunang. Hal terindah dalam hidup terekam dalam memori yang paling dalam, memori hati. Pelukan kasih sayang melengkapi segalanya. 

-Fiksi

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...