23 February 2014

Suasana Dalam Suatu Percakapan

Sedikit cerita dari rumah sebelah. Seorang wanita yang merasakan cinta dari pria yang dia ajak bicara di depannya. Meskipun kadang sunyi datang untuk mengusik mereka berdua. itu bukan masalah bagi pria yang sedang jatuh cinta. Selama pria itu yakin wanita di depannya nyaman dalam keheningan. Pria itu yakin telah memeluk hati sang wanita. 

Perasaan bimbang menyelimuti wanita yang sadar memiliki seorang kekasih. Wanita itu hanya menikmati lara yang tidak bisa terhindarkan dari kehadiran pria di hadapannya. Pria masih saja terlena dengan kecantikan yang dipancarkan oleh wanita. Sekian lama tidak berjumpa "wanita yang sama seperti dulu" dan pria itu juga sama seperti dulu yang berani berkoar di dalam hati saja.Wanita itu tidak mengerti apa tujuan dari pria ini. Semuanya di terlantarkan biarkan berjalan saja. Aku juga tidak tahu. 

Pria mempunyai waktu yang sedikit. Sampai pemberangkatan yang terakhir. Wanita itu merelakan pria pamit dari istananya. Pria sedikit terbata - bata apa yang harus diucap. Meskipun akhirnya ucapan salam melayang diantara keduanya. Ada sedikit pemikiran dari pria adalah mata bulat yang terbentuk sedemikian rupa dengan bibir yang sangat ideal untuk dikecup dan semua itu terbalut oleh mahkota hitam yang tergerai indah. Ya semuanya, indah. Lalu apa yang ada di pikiran wanita setelah itu? Aku tidak tahu, mungkin dia akan memberitahukannya di lain waktu. 

3 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...