21 December 2014

Aku Adalah Sebuah Apa

Malam ini aku tidak tahu harus terbang kemana. Udara semakin dingin saja. Jelas sih ini dibawah kaki gunung. Aku melihat rumah dengan pintu terbuka dan satu yang terpenting. Disana banyak lampu. Malam ini aku kesana saja, lebih hangat juga pasti. 

19 December 2014

Pagi yang Lebih Cerah

Pagi itu sangat berbeda dari pagi lainnya. Lebih cerah dari pagi lainnya. Aku tersadar belum menidurkan mata dan badan. Semalam merupakan perjalanan yang panjang dan tinggi. Aku kisahkan tentang pagi itu dari teras atas rumahku. Semua berjalan seperti biasanya. Matahari menyiratkan sinarnya yang hangat. Burung berkicau berbagi makanan dengan burung lain. Dibawah dipertigaan. Aku mendengar Suara gerbang rumah terbuka kencang oleh seorang bapak. Ibu - ibu pergi belanja untuk makan keluarga. Sang suami yang mengantarkan istri beserta anaknya yang masih menendang - nendang perut si istri dari dalam, mengajak sang istri untuk menaiki becak yang sudah dipanggil oleh sang suami. Dilanjutkan dengan dering sepeda anak - anak yang hendak pergi sekolah. Tidak hanya satu, tapi beramai - ramai. Bapak ketua RT menyapa tetangga yang membuka gerbang tadi. Semuanya larut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...