21 December 2014

Aku Adalah Sebuah Apa

Malam ini aku tidak tahu harus terbang kemana. Udara semakin dingin saja. Jelas sih ini dibawah kaki gunung. Aku melihat rumah dengan pintu terbuka dan satu yang terpenting. Disana banyak lampu. Malam ini aku kesana saja, lebih hangat juga pasti. 

Sial. Ternyata banyak sekali manusia disini. Tapi kenapa mereka tertawa semua? Ah sudahlah yang penting mereka tidak melihat aku. Aku ke dapur saja. Tumben sekali. Setiap rumah yang aku kunjungi biasanya jam segini manusia sudah tertidur. Mudah - mudahan aku tidak salah rumah. Aku masih terbang di dapur mencari tempat nyaman untuk bersantai. Dibawah aku melihat Kecoa sibuk mondar - mandir. Mungkin dia lapar. "Hei kau" "Hoii, ada apa?" Kecoa itu membalas. "Apakah dirumah ini aman?" "Yaa tenang saja aku sudah bertahun - tahun disini. Aman" "Oke. Terimakasih kecoa". Kecoa itu melanjutkan perjalanannya. Sepertinya dia mendapatkan makanan sisa diatas meja. Aku tersadar lagi dengan suara tawa para manusia itu. Ditambah lagi dengan lagu yang aneh. Mereka menertawakan satu sama lain. Dasar gila. Salah satu dari mereka mengajak ke kamar beserta suara musiknya. Aku sedikit penasaran, tapi sayang disana tidak cahaya. Ah lebih baik aku disini saja. Daripada nanti aku dipukul oleh mereka. Bisa mampus aku. 

Manusia - manusia itu lama sekali didalam kamar. Tapi tidak semua manusia, sebagian ada diruang tengah. Kelakuan mereka sama. Tertawa. Menangis. Loncat - loncat. Tidak jelas. Suara pintu kamar terbuka ada satu manusia jalan kearah dapur. Lebih baik aku terbang lebih tinggi. Oohh dia mengambil handphonenya ternyata. Tunggu. Dia menatapku. Tidak!! Pasti aku akan dibunuhnya. Hei, kenapa dia tidak berbuat apa? Manusia ini hanya menatapku dan tersenyum kecil lalu kembali masuk kamar. Untunglah dia tidak membunuhku. Suara pintu kamar kini sering terbuka manusia itu bergantian masuk kamar. Bosan juga aku disini. Iseng ah. 

Manusia mana yah yang akan aku sengat. Ah yang itu saja!

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Rasakan kau manusia. Meskipun ini tidak seberapa bagimu. Tapi aku sangat puas hahaha. Hei hei kenapa? Baru sadar yaa? Rasakan bibirmu membengkak. Menangislah yang kencang. Jadikanlah mimpi buruk bagimu. Mimpi yang paling buruk seumur hidupmu! Tenang manusia aku tidak jahat. Sini aku temani yah biarkan aku terbang disekitaran kepalamu. Rasakan setiap denyutan sakit. Heii mau kemana kau? Okeee aku akan menemanimu masuk ke kamar. Benar gelap sekali didalam kamar ini. Ternyata banyak manusia juga disini. Mereka saling berbicara tidak jelas. Ahh ternyata bodoh manusia - manusia ini. Manusia yang aku sengat tadi sudah telungkup di kasur. Bruk! Pintu tertutup. Sial aku terperangkap di dalam dan gelap sekali disini. Aku harus ketempat yang lebih tinggi, agar manusia - manusia ini tidak bisa menyentuhku. Mataku tidak bisa melihat apapun. Hanya suara rancuan manusia dan musiknya yang kudengar.

Yak! Pintu kembali terbuka. Saatnya aku keluar. Yuhuuuuuu~ Sepertinya aku sudah bosan dirumah ini. Sebelum keluar rumah aku ingin bertemu sekali lagi dengan kecoa untuk pamitan. Manusia - manusia ini masih terjaga ternyata. Setibanya di dapur aku tidak melihat kehadiran si Kecoa. Ah! itu dia ternyata dia dibawah meja makan. Hmm sepertinya dia sudah tidak bernyawa. Terlihat cairan hijau di sekitar tubuhnya. Mungkin dia di pukul pakai sapu. Atau yang lebih parah di injak dengan sandal. Sayang sekali. Pasti manusia mengetahui keberadaannya. Yasudahlah. Aku pergi saja dari rumah ini. Lumayanlah aku menyengat manusia malam ini. Jarang - Jarang. Beruntung sekali pintu masih terbuka jadi aku leluasa untuk pergi. Mencari rumah selanjutnya.


1 comment:

  1. Wah kamu pasti Nyamuk yang ditugaskan sebagai mata-mata Thailand

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...