11 May 2016

Suatu Pagi di Kamar Kos


Dari judulnya saja semua orang akan berpersepsi bahwa aku menulis sambil menyeruput secangkir kopi dan menghisap rokok. Entah ini adalah cara mengawali hari yang baik atau tidak, aku mengulanginya.
"Rokok akan leluasa mencabut nyawamu bila begini."
Akh, aku berharap dia tidak sejahat itu. Bagaimana dengan kopi?
"Kurang-kurangi lah bung, caffeine kadang bisa serius dengan caranya sendiri"
uh, baiklah.
Waktuku sudah habis. Tidak ada lagi tembakau yang tersisa. Ampas kopi kini bersisa di cangkir. Dengan semangat melanjutkan hari-hari. Sampai bertemu kembali di pagi yang cerah lainnya. Salam.

23 March 2015

Chapter #2

Hari pertama. Aku jatuh dari ketinggian. Aku masih hidup. Tidak ada darah yang keluar. Semuanya aman. Aku masih terbaring di kasur yang nyaman. Bukan batu karang laut yang tajam. Tangan dan kakiku masih bisa digerakkan. Apa jadinya bila sudah jatuh dari ketinggian seperti itu. Tiga meter saja mungkin aku sudah remuk. Beruntungnya lagi, aku masih bisa merasakan nafas dalam diriku.

Hari kedua. Tidak ada yang terjadi. Hanya cerita seperti biasanya. Absurd memang. Tetapi aku menikmatinya.

14 March 2015

Chapter #1

Pernah berpikir ada apa sebelum keluar dari liang manusia. Ada apa sebelum turun ke Bumi. Pernah berpikir manusia itu suatu utusan untuk datang ke Bumi atau memang manusia itu memilih terjun ke Bumi.

03 March 2015

Catatan Tangan

Yaampun. Udah usang sekali blog gue ini... Maafkan aku blog tercintah selama ini aku mengacuhkanmu karena menemukan kesenangan yang lain :( 

Aku akan mencoba membuatmu seger kembali, semoga.

-Penulis blog ini

21 December 2014

Aku Adalah Sebuah Apa

Malam ini aku tidak tahu harus terbang kemana. Udara semakin dingin saja. Jelas sih ini dibawah kaki gunung. Aku melihat rumah dengan pintu terbuka dan satu yang terpenting. Disana banyak lampu. Malam ini aku kesana saja, lebih hangat juga pasti. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...