Skip to main content

Posts

Jalan-jalan ke Bali oh sungguh asiknya, bersama kawan kawan, lupakan lara manjakan pikiran, tanpa mengeluarkan uang

Kami para editor TRANS TV batch 16 siap menghibur anda dengan kelucuan kami yang begini adanya. Meskipun kalian tidak meminta, tidak apa-apa. kami paksa
Selamat menonton, jangan lupa ambil cemilan, karena durasi lumayan panjang.
SIKAAAAATTTTT~



Recent posts

Kota Masa Itu

Di kota itu. Dimana aku berpijak saat ini. Memilki cerita yang kadang membuat aku bahagia, juga terkadang membuat bulu kudukku berdiri. Malah bisa muntah hanya karena membayangkannya. Salah satu cerita itu, aku mendengarkan satu. Cerita ini berasal dari seorang penghulu. Bisa dibilang dia adalah penghulu paling tersohor di kota ini. Usianya juga tidak lagi muda. Sudah kepala enam.

Bye.

Suatu Pagi di Kamar Kos

Dari judulnya saja semua orang akan berpersepsi bahwa aku menulis sambil menyeruput secangkir kopi dan menghisap rokok. Entah ini adalah cara mengawali hari yang baik atau tidak, aku mengulanginya. "Rokok akan leluasa mencabut nyawamu bila begini." Akh, aku berharap dia tidak sejahat itu. Bagaimana dengan kopi? "Kurang-kurangi lah bung, caffeine kadang bisa serius dengan caranya sendiri" uh, baiklah. Waktuku sudah habis. Tidak ada lagi tembakau yang tersisa. Ampas kopi kini bersisa di cangkir. Dengan semangat melanjutkan hari-hari. Sampai bertemu kembali di pagi yang cerah lainnya. Salam.

Chapter #2

Hari pertama. Aku jatuh dari ketinggian. Aku masih hidup. Tidak ada darah yang keluar. Semuanya aman. Aku masih terbaring di kasur yang nyaman. Bukan batu karang laut yang tajam. Tangan dan kakiku masih bisa digerakkan. Apa jadinya bila sudah jatuh dari ketinggian seperti itu. Tiga meter saja mungkin aku sudah remuk. Beruntungnya lagi, aku masih bisa merasakan nafas dalam diriku.
Hari kedua. Tidak ada yang terjadi. Hanya cerita seperti biasanya. Absurd memang. Tetapi aku menikmatinya.