17 October 2011

Renungan kepada Orangtua

Gue comot nih note dari temen gue :D

Lumayan juga buat bahan penggalauan sama pacar! EH SALAH sama orang tua yang betul :D

Simaakk Brooo.. . .. .. . .



Kisah Si Pensil Dan Si Penghapus




Pensil     : "Maafkan aku Penghapus..."

Penghapus  : "Maafkan aku??untuk apa Pensil?? Kamu tidak
              melakukan kesalahan apapun kepadaku..."

Pensil     : "Aku minta maaf karena aku telah membuatmu terluka.
              Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu
              berada disana untuk menghapusnya. Namun setiap kali
              kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan
              sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin
              kecil dan kecil setiap saat..."

Penghapus : "Hal itu memang benar...Namun aku sama sekali tidak
             merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta
             untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk 
             selalu membantumu setiap saat kau melakukan
             kesalahan.Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku
             akan pergi dan kau akan mengganti diriku dengan yang
             baru. Aku sungguh bahagia dengan peranku. Jadi
             tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka
             melihat dirimu bersedih..."


Si Penghapus adalah Orang Tua kita...
Si Pensil adalah diri kita sendiri....

Orang tua akan selalu ada untuk anak-anaknya...

Untuk memperbaiki kesalahan anak-anaknya...

Namun, terkadang, seiring berjalannya waktu...
Orang tua akan terluka dan akan menjadi semakin kecil...
(Bertambah tua dan akhirnya meninggal).

Walaupun anak-anak mereka pada akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (Suami atau Istri), Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih. "Hingga saat ini...
Saya masih menjadi Si Pensil...

Hal itu sangat menyakitkan diri saya...

Melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah "Kecil" dan "Kecil" seiring berjalannya waktu.
Kelak suatu hari...

Yang tertinggal hanyalah "Serutan" si penghapus
Segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka..."

Kisah ini saya dedikasikan secara khusus kepada orang tua saya dan seluruh
orang tua kalian...


Sumber: Note temen ane ( https://www.facebook.com/notes/rahmad-aziz-syahulata-prima/kisah-pensil-dan-penghapus-renungan/152099821552987 ) :D

11 comments:

  1. Nancep... #Jleb...
    Itu yang gelap-gelap apaan ya?
    nganggu amat, kan butuh waktu untuk baca, eh dia nongol...
    :)

    ReplyDelete
  2. Sedih :"(.. Walaupun akan ada penghapus yang lain suatu saat nanti untuk menemani peran saya sebagai pensil. Tetapi, Penghapus yang selalu ada di samping saya saat ini (ortu dan keluarga) tak akan pernah bisa tergantikan. mungkin sekarang mereka semakin kecil, tapi peran merekalah yang semakin membesar/banyak. (maksudnya:pengorbanan dan kasih sayang dari mereka yang teramat sangat besar untuk saya)

    ReplyDelete
  3. @Just Nanda...: itu saving mode broo :). grak2in aja mousenya :D ntr mncul lgi kok

    ReplyDelete
  4. @Ade Ellyana: Yapp, :) sayangilah ortu kita. jgn smpai air mata netes dari mata mereka :D

    ReplyDelete
  5. "Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiraa"

    ReplyDelete
  6. Terharu, inget dosa sama ibu, inget sering ngelawan bapak.
    Paling gak tahan deh kalo baca tentang orang tua gini T.T

    ReplyDelete
  7. @Aliv: sipp, slnjutny. jgn nglawan lagi broo :)

    ReplyDelete
  8. tau yg namanya sumur? itu dalem kan? dan ini dalem bangeeeet T___T

    ReplyDelete
  9. so deep..
    ngena banget cerita penghapus dan pensil di hati gue..

    jd pngen nangis, sujud" sama ortu.

    makasih telah dicerahkan bro..

    salam kenal aje bro dr gue.

    ReplyDelete
  10. sangat baik tulisannya, mambantu kita merenungi segala kebaikan orang tua kita...
    renungan berikutnya sangat diharapkan..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...