26 December 2011

Sang Kakek Penumpang Trans Jogja


Ini gue ambil dari kutipan tweet temen gue.. Tenang bukan kutipan porno atau yang galau galau -_-

Jadi temen gue ini abis pulang dari beringharjo

Kejadiannya itu di shelter trans jogja

Seorang kakek memegang jam tangan saya

“ Jam berapa mas?”
“ Jam setengah satu pak” Jawab saya sambil senyum. Bapak itu pun tersenyum
“ Bagus ya jamnya, rolex ini?”
“ Bukan pak, hehe”
“ Oh, saya kira rolex. Dulu saya punya satu, sudah saya jual mas” kata bapak itu
“ Ooo dijual kenapa pak?”
“ Yaa itu biar cucu saya masuk SD hehe”
“ Ooh cucu bapak berapa?”
“ Ada 6 mas. Dua perempuan, sisanya lanang”

Si bapak diam. BB saya berbunyi dan saya keluarkan dari saku. Home screen saya berisi foto saya dengan teman lawan jenis saya (perempuan) saat etnika fest. Sang kakek nyeletuk

“ Wooh, ayu ya pacarnya”

Saya kaget dan menjawab

“ Waah, bukan pacar pak, ini temen – temen kuliah saya”
“ Mase kalo mau dapet pacar cantik juga bisa” katanya bergurau
“ Aamiinn” jawab saya

Bis datang. Aku tepat dibelakang bapak itu saat masuk ke bis. Ia menolak untuk duduk

“ Itu ada mbaknya yang belum duduk”

Hebat sekali kakek ini pikirku, masih mementingkan wanita. Tidak seperti mas-mas muda lain yang duduk. Dia menyapaku lagi

“ Eeh masnya disini”
“ Iya pak, bapak mau kemana?”
“ Samsat mas, rumah anak saya disitu. Masnya mau kemana?”
“UGM pak, mau pulang ke kos” kakek itu mengangguk
“ Kosnya sama kayak kampusnya mas?”
“ Iya pak hehe deket kampus kosan saya”
“ Yooo bagus, bisa fokus belajar dong”
“ Iya pak alhamdulillah”
“ Mas, ini kok anak-anak muda masih kuat berdiri nggak mau ngalah sama mbak-mbak yang berdiri ya?” ujar kakek ini mengomentari penumpang, aku curiga

Aku curiga, tatapan matanya tidak fokus. Apakah mungkin bapak ini tuna netra? Tetapi kenapa dia tahu kalau mbak-mbak gak dikasih duduk?

Ia akhirnya turun di samsat, aku melihat ia jalan menggunakan tongkat penuntun, ia tunanetra! Merinding, gimana dia bisa tau semuanya ya? Bodohnya aku sempat suudzon, dia pura-pura buta mungkin. Tapi kenek transjogja berucap

“ Dia memang begitu mas, enggak tau ngeliat pake apa”
“ Dia pernah bilang ke saya, dia tuna netra sejak lahir. Tapi anak cucu normal semua, kekuatan mata saya dipindahkan ke hati sama gusti”

Kata – kata itu terngiang

“ Kekuatan mata saya dipindahkan ke hati sama gusti”

Apakah selama ini kita sebaliknya ya? Mata kuat tapi... ....

Hati kita gampang gundah gulana, gak perasa, gak peka dan gak peduli. Begitukah?

Kalo boleh jujur sih gue kadang begitu masberroooo :D  yaa, kita jadi pelajaran aja nih yang ngaku anak muda! Lebihlah bertindak memakai hati, meskipun hati itu bukan panca indera kita.

Kalo mau liat tweetnya bisa cek disini @odydc twitter temen gue yang mengalaminya.

7 comments:

  1. yaampun ceritanya mengharukan banget nih ;A;

    "...kekuatan mata saya dipindahkan ke hati sama gusti." ini kata-katanya nge-jleb banget.

    ReplyDelete
  2. Wah.. Jarang tuh nemuin yang kaya' kakek itu sekarang. Apalagi yang muda-muda.. Btw, Nice post bro..

    ReplyDelete
  3. HA? KEREEENNNNN!!!!
    kakek-kakeknya hebat iih..
    “ Kekuatan mata saya dipindahkan ke hati sama gusti”

    ReplyDelete
  4. saya masih berusaha mencerna coretan ente... :D wkekwkwkwk
    blm seese baca ni..

    http://ala-ma2d.blogspot.com/2011/12/resolusi-juara-2012.html

    ReplyDelete
  5. ceritanya baguus soob ...
    jual jam buat cucu tersayang, lebih milih mendahulukan wanita ..
    sosok yang pantas dijadikan teladan :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...