07 November 2012

Liburan di Batu Karas



Tanggal 2 November kemarin gue dan teman kelas akhirnya bisa pergi jalan - jalan ke Batu Karas. Satu yang menarik dari Batu Karas yaitu Magic Mushroom dan gue sama teman - teman berniat untuk mencobanya. Liburan sebelumnya padahal udah niat untuk pergi ke Jogja tetapi karena gak ada yang gerak malah gak jadi hahaha alhamdulillah yang ini jadi. Ini juga harus dipaksa dulu ama temen - temen ceweknya biar jadi. Karena tidak ada kendaraan kami menyewa mobil selama 2 hari. Ada 13 orang yang pergi 3 orang cewek (amel, agys, kinan) sisanya cowok tulen (idang, bagus, reggy, taris, anggoro, gery, suryadi, gue, dan ary). Kami bangun pagi - pagi sekali jam 4, oleh karena itu teman - teman yang lain menginap di kontrakkan gue dan berangkat tepat pukul 6 pagi. 

Dari Dayeuhkolot kami masuk gerbang tol Buah batu ke arah cileunyi lalu lewat Nagreg. Ditengah perjalan kami berhenti untuk makan pagi di jualkan nasi kuning pinggiran jalan setelah itu lanjut perjalanan. Perjalanannya itu naik turun gunung bagi loe yang gampang mabok mending bawa kantong kresek soalnya berliku - liku gitu jalannya. Kiri kanan kebun semua jarang rumah penduduk yang terlihat. Tapi kalo udah ngelewatin kota banyak kok rumahn - rumahnya hehehe.

Kami lanjut melewati kota Tasikmalaya terus lanjut ke Ciamis. Lagu - lagu reggae pum melantun di dalam mobil kami. Karena kita akan ke pantai, jadi soundtracknya juga bernuansa pantai gituuuu. Jam menunjukkan pukul 11 siang dan perjalanan masih berlanjut. Pada jam 12 siang kami sudah sampai di Pangandaran, itu berarti perjalanan sedikit lagi sampai. Dari pengandaran menuju Batu karas kami menyusuri sungai yang besar dan sungai itu adalah jalur untuk ke Green Canyon. Tepat pukul 1 siang kami sampai di pantai Batu Karas. Pemandangan pantainya begitu indah, dan kami sudah tidak sabar untuk merasakan ombaknya. 


Foto by Gery

Sebelum itu, kami mencari tempat penginapan, karena kami akan menginap dan pulang esok hari. Dari jauh hari kami sudah mencari di Internet dan sudah dapat kini sekarang kami tinggal survey ke tempatnya. Menurut orang yang pernah kesini lebih baik mencari rumah penduduk sebagai penginapan karena biayanya lebih murah. Kami sudah menemukan tempat penginapan yang sudah dibooking, tetapi ketika survey ternyata jauh dari harapan. Teman - teman yang lain kurang setuju dengan tempatnya dan sepakat mencari tempat lain. Di depan gang masuk ternyata ada rumah penduduk yang disewakan dan kami bertanya - tanya dan melihat keadaannya. Setelah bernegoisasi akhirnya kami setuju dan menyewa rumah penduduk. Biaya permalamnya Rp. 400.000,- dan kami 13 orang jadi yaa lumayan murah juga. Tempatnya juga nyaman kayak rumah gitu dan lebih baik dari sebelumnya.

Kami menurunkan barang bawaan ke dalam rumah. Istirahat sejenak setelah 6 jam perjalanan, beberapa saat kemudian kami semua keluar untuk mencari makanan untuk makan siang sekalian main di pantai. Dalam mencari makanan gue harus mendapatkan yang murah hahaha biasa anak kost. Kami menuju warung makan, tetapi pencarian gue gagal untuk mendapatkan warung dengan harga murah. List menu seperti mentertawakan gue dengan harganya yang tidak diharapkan. Karena pantat sudah nempel di kursi mau gak mau harus memesan salah satu yang ada di list makanan. Mata gue mencari dengan harga yang murah daaaaaaannn apa boleh buat Rp. 13.000,- harus pergi dari dompet :( . Sambil menunggu kami bermain bola yang kami bawa. 

Mengendalikan bola plastik di pantai sangat sulit sekali, apalagi badan jadi susah bergerak karena pasir yang tebal. Tapi tentu ada bedanya dibalik kelelahan itu kita bisa menikmati laut yang luas, tidak kurang untuk bersyukur kepada maha pencipta. Keindahan yang diberikannya sungguh mengagumkan. Teman - teman yang menunggu di tempat makan memanggil kami karena makanan sudah siap dihidangkan. 

Selesai makan kami semua langsung pergi menuju ombak laut. Air laut menyapa ramah kaki gue. Kami semua turun merasakan deburan ombak yang kecaang sore itu. Wisatawan yang lain juga serupa, ada yang melakukan surfing, biaya untuk menyewa papan surfing disini seharga Rp. 50.000,- dan sepertinya masih bisa ditawar. Kami berenang bersama ombak dengan perasaan senang, semua masalah seperti sirna saja.

Foto by Gery

Foto by Gery
Foto by Gery

Foto by Gery

Permainan kami bersama ombak seperti melupakan waktu yang berjalan saja. Tidak terasa pantai sudah sepi dan hanya kita ber-13 yang masih asik bermain. Diperkirakan sekarang sudah jam 18.00 karena suara adzan sudah berkumandang. Kami kembali ke penginapan dan membersihkan badan.

Semuanya telah selesai mandi dan saatnya mengisi perut yang kosong. Malam ini kami mencari makan di warung - warung dekat pantai. kami mencari tempat makan yang lain beda dari tadi siang dan setelah menyusuri agak jauh, kami memutuskan untuk makan yang agak jauh dari penginapan. Mereka menghidangkan nasi goreng, nasi rames, mie ayam, dan minuman seperti kopi, pop ice, dan lain lain. Seperti niat awak tadi, gue ingin mencoba seperti apa Magic Mushroom itu jadi gue dan teman - teman bertanya - tanya untuk mendapatkannya dan teman gue telah menemukan orang yang menjualnya. Satu porsi Magic Mushroom diberi harga seharga Rp. 20.000,- .

Teman gue menyarankan untuk membuat api unggun di pantai dan kami semua setuju, untuk memperoleh kayunya kami membeli dari penduduk yang menyediakan. Semuanya seharga Rp. 40.000,- lalu kami menuju pantai. Magic Mushroom yang dipesan tadi sudah datang, jadi bentuknya itu dijadikan seperti omelet tinggal langsung makan. Teman - teman yang membeli penasaran untuk mencobanya, jadi kita langsung makan pas acara api unggun. Sejauh ini belum ada efek yang terjadi, kalo belum ada yang tau tentang efek Magic Mushroom coba cek disini.

Api unggun sudah nyala, berkat bantuan dari bapak yang menyediakan kayu yang kami beli. Kami foto - foto dan menikmati malam pantai yang tenang. Acara api unggun selesai jam 9 malam lebih. Efek Magic Mushroom masih belum terasa, teman gue searching di google katanya dampaknya 1-2 jam setelah makan. Api unggun telah mati dan kami kembali ke penginapan untuk istirahat. Kepala saya entah kenapa terasa pusing, mungkin karena Mushroom tadi untuk yang makan Mushroom sepakat untuk tidak tidur dan menunggu efeknya. sekitar jam 10 malam, badan gue lemas sekali dan kepala terasa berat, gue rasa efeknya mulai nih. Gue melihat teman sesama makan Mushroom entah kenapa setiap ngeliat muka, gerak geriknya, gue pasti ketawa terbahak - bahak.

Kejadian ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Rasanya itu emang susah untuk dijelaskan untung aja gue masih sadar dengan teman - teman gue, kalo engga kan bisa berabe. Selama 2 jam itu pikiran kita antara sadar dan tidak. Mengenai apakah gue akan mencoba lagi atau tidak sepertinya gue welcome welcome aja hahaha. Setelah itu badan jadi bisa dikendalikan dimana sebelumnya terasa sangat lemas dan otak seperti tidak berfungsi untuk menyuruh tubuh. Ketika keadaan lemas itu hilang kini muncul rasa paranoid, teman gue contohnya dia sangat ketakutan kalo dia gak bisa sadar lagi dan meminta tolong buat ngenyadarin dia. Gue, teman gue yang paranoid, sama teman gue yang juga makan Magic Mushroom, ngobrol diluar untuk memecahkan masalah agar teman gue yang paranoid ini tidak jadi paranoid sedangkan yang lain sudah tidur. Tetapi percuma saja keadaan kami yang belum sadar betul tidak akan ada ujungnya untuk memecahkan masalah. Obrolan kami terus saja berputar di satu titik jadi tidak ada jalan keluarnya. Benar - benar pengalaman yang menarik buat gue sampai akhirnya gue mencoba untuk tidur agar kembali normal.

Keesokan harinya gue bangun dengan kondisi yang lebih baik tidak seperti semalam. Hari ini kami akan pulang ke Bandung sore hari. Oleh karena itu pagi - paginya kami bermain di pantai lagi mengahbiskan waktu bersama ombak Batu Karas. Akibat dari bermain di pantai kulit gue jadi tambah hitam (emang dasarnya item).

Sore hari kami siap - siap untuk pulang. Sungguh disayangkan harus berpisah dengan Batu Karas dan semuanya. Jalan pulang kami berbeda dari awal pemberangkatan. Jadi lewat jalan yang langsung ke Tasikmalaya atas saran teman yang sudah pernah kesini. Jalanannya sangat tidak enak, karena lubang dimana - mana, dan harus hati - hati karena jalanannya sempit dan berbelok - belok naik turun bukit. Semua kenangan bersama teman - teman ini pasti akan selalu diingat, apalagi sama Magic Mushroom-nya hehehehe.  Semoga saja rencana trip selanjutnya bisa terlaksana hehehe. dadaaaaaaahhhhhh :D



Foto by gery

Foto by Gery


Foto by Gery

Foto by Gery


2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...