12 July 2013

Penghuni Lain Kontrakkan


Ada sedikit cerita dikontrakkan gue tentang peliharaan yang pasti berakhir tragis (lebay). Gue bareng temen - temen satu kontrakkan ber-enam dan cowok semua. Sedih sekali memang. Kita sering kumpul bareng buka forum. Cerita tentang kejombloanlah terus yang LDR-an. Sungguh kayaknya ini kontrakkan cocok kalo dikasih nama 'Kontrakkan Tuna Asmara'. Akibat kesedihan inilah muncul ide baru bagaimana kontrakkan ini menjadi ceria dari kesedihan cowok - cowok malang (termasuk gue). Setelah rapat dan berunding sekaligus konferensi pers, kami para cowok - cowok keren, ganteng, dan tidak homreng (re: homo) bersepakat untuk membeli hewan peliharaan. Jenis hewan peliharaannya bebas dari semut sampe gajah boleh, hewan darat sampe laut juga boleh. Tetapi entah kenapa setiap hewan yang bersemayam dikontrakkan kami selalu berakhir dengan...... ah sudahlah.




POPO





Sebut saja Popo. Anjing kecil lucu berwarna krem ini adalah hewan peliharaan pertama dikontrakkan. Reggy (LDR-man) dan Bagus (Single-man). Merekalah yang berhasil membawa Popo ke kontrakkan. Kita menyambut Popo sangat meriah seperti orang mau nikahan nunggu besanannya dateng. Pertama Popo menginjakkan kaki di lantai kontrakkan dia langsung berlari kesana kemari sangat lincah langsung ke pintu luar kayak mau kabur gitu. Tapi kami yakin Popo tidak bermaksud melakukan hal buruk seperti itu, dia terlihat anjing yang baik. Hari demi hari telah dilalui Popo terlihat sakit, soalnya dari kemarin kemarin batuk batuk terus. Karena takut nanti malah parah akhirnya 2 manusia pemilik Popo pergi ke dokter hewan. Meskipun mereka tahu akan mengeluarkan uang yang cukup membinasakan kami para mahasiswa mereka tetap ke dokter hewan demi Popo. Ternyata dokter gak ngaruh dengan kondisi Popo. Keadaan Popo makin parah!! Di kepalanya ada benjolan gitu, kayak tumor dan kalo mau boker teriak teriak kenceng kesakitan :( hingga akhirnya kira kira seminggu kemudian..... Popo ditemukan tak bernyawa :( setelah kita mencoba semampu mungkin untuk mengobati Popo, dia tidak mampu menahan rasa sakit yang ia derita. RIP Popo.


KALAJENGKING






Sebenarnya kalajengking ini udah ada dikontrakkan bersamaan sama si Popo. Nah kalo yang ini punya si Itong. Beda lagi pemiliknya. Di kontrakkan gue itu penghuninya ada enam orang, kamarnya tiga dibawah terus tiga dilantai dua. Nah kalo Itong (bukan nama sebenarnya) itu kamarnya diatas, sedangkan tadi si Bagus sama Reggy dibawah barengan juga ama gue. Beda dari sebelumnya, Itong nekat beli kalajengking, karena biar keliatana garang gitu. orang orang kan megang anjing, burung hantu, ular tak berbisa, tapi kalo Itong ini dalam bayangannnya megang kalajengking. Uyoooiiiihhh keren banget gak tuh?? Terus lagi kalajengking makanannya gampang tinggal beli jangkring yang banyak atau nyari belalang di sawah udah cukup. Terus engga perlu di vaksinasi kayak anjing, engga perlu dimandiin juga, dan pokoknya gampang deh. Tapi yaaaa namanya juga kesibukan pasti akan membuat lupa lingkungan sekitarnya. Doi beli jangkrik yang banyak biar nantinya tuh engga usah beli beli lagi (sibuk). Sampai jangkrik terakhir si kalajengking belum makan lagi selama 3 hari. Paling kalo itu kalajengking bisa ngomong, dia udah teriak teriak "woi makan woiii, mana nih makanan gueeee??!!!" tapi sungguh malang serangga tidak bisa yang seperti itu. Lalu beberapa minggu kemudian, gue mendapat kabar kalajengking Itong telah meninggal dunia, kami sekontrakkan pun berkabung dengan seheari tidak memakai kancut.



IKAN




Setelah bisa move on dari Popo temen gue punya rencana beli hewan peliharaan lagi. Sekarang mencoba peruntungan dengan hewan air, yaitu ikan hias. Gue tau udah jadi aja aquariumnya soalnya gue balik ke depok hehe, nyampe - nyampe udah ada aquarium kecil yang ada ikan - ikannya. Melihara ikan tuh emang engga ribet, makanan murah tempat ada engga bakal kabur. Paling yang kadang males itu bersihin aquariumnya. Butuh niat yang kuat untuk ngerjainnya. Alhamdulillah ikan - ikannya bertahan sampai 2 bulan lebih, tapi suatu hari temen gue mendapat kejanggalan. Satu persatu ikan mati secara misterius, kami pun panik. Akhirnya kita ngebuat tim penyelidik, mencari tahu ada apa sebenarnya dibalik semua ini. Setelah ditelusuri ternyata ikan mati gara - gara jamur yang menempel di tubuh si ikan. Yaaa dengan sigap temen gue beli obat anti jamur buat ikan. Jadi tinggal di tetesin gitu obatnya ke air aquarium yang berpenghuni 4 ikan. Kami mengira sepertinya obatnya ampuh. 2 minggu kemudian gue bangun dari kamar, dan melihat temen gue menatap kosong ke arah aquarium, gue bingung dia kayak kesurupan gitu. Lalu gue goyang - goyangin badannya dia hanya menunjuk ke arah aquarium dan ternyata 2 ikan mati mengambang dengan badan penuh jamur. Sangat menjijikkan. Gue berusaha menenangkan temen gue yang mulai loncat - loncat engga jelas. Dia sedih. Akhirnya pemberian obat jamur dilakukan lebih banyak dari biasanya. Tapi sepertinya semua itu sia - sia 3 hari kemudian, 2 ikan sisanya juga mati. Kami pun kembali berkabung......


MIX




Seusai berkabung dari para ikan - ikan itu, kontrakkan kembali menjadi sepi. Iya soalnya engga ada yang bisa diajak main yaaa meskipun ikan engga bisa diajak main tapi setidaknya ada makhluk hidup selain kita bere-nam :') sampai suatu ketika temen gue si Bagus berambisi buat beli anjing, dia yakin kali ini tidak akan berakhir seperti Popo. Tapi sayang financial belum mencukupi, akhirnya si reggy ikut membantu dana financial, jadilah mereka mencari anjing. Mereka beli ke depan BIP beli anak anjing yang lumayan murah warnanya item putih gitu kayak dalmantion gitu. Sangat unyu sekali, jadi teringat Popo dan anjing itu di namakan Mix. Pertama Mix menginjakkan ke empat kakinya sangat menggemaskan, dia lari larian gitu kayak anak anjing. Hari demi hari telah di lalu Mix di kontrakkan, kalo soal makan dia doyan banget soalnya abis mulu makannya dan suka masih laper gitu. Hingga suatu hari kita menemukan Mix lemah sekali, hmm mungkin karena belum di vaksin. Kadang gue kesel juga ama Mix, apalagi kalo mau boker dia sebelum boker pasti teriak - teriak engga jelas di kandang. Pertama ngeliatnya kita panik ini ada apa dengan Mix??!! ada apaaaaaaa??!! Tapi setelah Mix berhenti eh ternyata dia mengeluarkan benda asing dari pantatnya.... lembek - lembek gitu warnanya sulit dijelaskan. Jadi dengan agak terpaksa temen gue ke dokter buat vaksin Mix biar lebih kuat. Emang bener sih, hari selanjutnya dia kembali segar bugar. Bulan demi bulan tanpa kita sadari Mix sudah remaja, gue sendiri sering ngajak Mix lari - lari muterin komplek. Dari semua kebahagiaan itu ada satu masalahnya Mix kena jamur gitu, iya tepat di bokongnya. Sebenarnya ada sih obat buat ngilangin jamur gitu tapiiiii yaaa karena kesibukan, mix harus berjuang sendiri melawan jamur - jamur di tubuuhnya. Meskipun berjamur Mix masih lincah seperti biasanya. Mix ini juga patut di beri penghargaan, kenapa? Gini ceritanya, suatu hari temen gue sebut saja Heru, datang main kekontrakkan dan main - main sama Mix.. sangking semangatnya Mix di gendong - gendong kayak anaknya sendiri gitu. Belum sampai disini, dia juga melempar lempar Mix keatas terus di tangkep ama dia. Percobaan pertama sih berhail dia tangkep, tapi di lemparan kedua... kejadian itu cepat sekali terjadinya... gue udah ngeliat Mix teriak teriak kenceng banget, sumpeh berisik abieesss+serem. Iya teriakannya serem gitu pokoknya. yaaapp, Mix jatuh karena gagal di tangkep ama si Heru. Semua pun panik. Temen gue yang punya Mix si Bagus langsung ngecek keadaan Mix dan sepertinya Mix keseleo pas jatuh tadi. Sehingga kalo Mix jalan itu pincang gitu.. kasian deh pokoknya. Malang sekali Mix. Besok harinya, meskipun dalam keadaan pincang Mix masih aja lari larian mau diajak main, Mix... kau memang hebat. Lambat laun, Mix kembali normal dengan sendirinya dia sembuh tanpa di obati atau dibawa ke dokter. Bagus Mix, jadi tidak ngeluarin duit hehehe. Itulah mengapa Mix patut diberi penghargaan hehehe. Satu kendala melihara si Mix, yaitu makanan. Mix ini dia suka engga puasan, di kasih makan minta nambah lagi. Terus porsinya di tambahin dia tetep minta nambah, dasar anjing..... Pernah sampai kalungnya aja dia makan sendiri -__- dan lebih parahnya menurut pernyataan temen gue dia makan kotorannya sendiri!! Astaga malangnya nasib mu Mix Mix. Yaaa maklum juga sih kami para mahasiswa sulit menyeimbangi kemauan makan Mix yang melampui batas normal. Hingga akhirnya temen gue bikin rapat gitu dan sepakat untuk menjual Mix atau meng-hibahkannya. Sudah posting sana sini banyak tawaran yang masuk tapi semua itu harapan kosong. Yaaa meskipun begitu pasti ada lah yang mau, jadi ada yang mau menerima Mix dia itu katanya pelatih anjing gitu dan siap mengadopsi Mix. Tempatnya di daerah Cimahi dan akhirnya Mix telah pergi dari kontrakkan. Mix adalah hewan peliharaan yang mampu bertahan, walaupun ada jamur. Proud to you Mix :) 


Dede Bagus a.k.a D - Waw (re: Diwaw)




Beberapa bulan kontrakkan ini sepi akan hewan peliharaan. Berkat dorongan yang lain temen gue berniat beli kucing! Yaapp kalo dipikir - pikir kucing itu ngerawatnya engga ribet kayak anjing, kucing itu kan manja manja gitu, engga gerak kemana kemari, kalem dan sebagainya. So, temen gue mulai mencari kucing yang bagus dan sesuai sama kantong mahasiswa. Dia cari di online banyak sekali kucing kucing sexy yang menggiurkan. Beberapa hari kemudian, mereka dapet kucingnya gue engga tau tipe apa itu kucingnya pokoknya kucinglah begitu. Seperti sebelum - sebelumnya pasti hewan yang masuk kontrakkan engga ada yang bener. D - Waw kena penyakit gitu di telinganya, kalo manusia 'congekan' mungkin yaa... gue engga tau deh. Tapi untungnya ada temen yang ngerti kucing gitu dia biasa melihara kucing, kuping D - Waw ditetesin obat gitu biar congek-nya engga keluar. Setelah hari demi hari dilalui D - Waw belum ada tanda - tanda kemajuan, daripada makin parah lagi akhirnya D - Waw di bawa ke dokter kucing. Salah.. dokter hewan spesialis kucing dan ternyata D - Waw terpaksa di rawat inap. Kita hanya bisa berdoa buat kesembuhannya. Kontrakkan kembali sepi, engga ada yang bisa di mainin dan di obok - obok. Seminggu kemudian (kalo engga salah) D - Waw kembali ke kontrakkan, dia masih malu - malu gitu. Tapi kalo diajak main untungnya mau, setidaknya itu membuat kita tersenyum :) hingga saat ini D – Waw menjadi kucing yang pemberani, iya soalnya kalo ada kucing luar yang main ke kontrakkan pasti di ganggu sama D – Waw. Sekarang dia suka lari lari engga jelas kesana kemari ngejar apaan engga tau, hanya dia dan tuhan yang tahu. Kalo di lempar kertas kecil yang dijadiin bola kecil pasti dia selalu ngejar, dan itu lucu ketika D – Waw mencoba meraih kertas itu. D – Waw itu tergolong hewan yang berhasil bertahan hidup di kelut melutnya kontrakkan. Yaaa sama aja kayak Mix hehehe cuman 2 hewan yang bertahan hidup lama.


Kura - Kura



Oiya, selain dari sekian binatang diatas. Ada satu yang ketinggalan yaitu Kura – kura nya temen gue si Bagus. Sebenarnya dia udah ada di kontrakkan sejak kepindahannya, tapi hal ini engga berlangsung lama. Jadi pas kita liburan, tuh kura – kura kan di taruh di kloset. Nah si Ibu kontrakkan dateng dan ngeliat kura – kuranya mungkin karena kasian diambil deh tuh kura – kura lalu di taruh di kolam deket rumah si ibunya hehehe. Pas kita ke rumah si Ibu kontrakkan dan menanyakan kura – kura, katanya masih hidup hehehe. Pasti udah gede nih sekarang, iyalah kira – kira satu tahun lebih yaahh usianya. Kalo fotonya, gue ada foto pas dia kecil. Ini niiiihhh.... :D


Hingga saat ini kucing bernama Dede Bagus a.k.a D - Waw masih bersemayam di kontrakkan tercintaahh dan belum terpikirkan apa penggantinya hehehe.



6 comments:

  1. hahhaha, lucu nian dengan "kontrakan Tuna Asmara" nya..kikikiki

    semoga popo diterima di sisi Nya, amin,
    dan si Dede Bgaus diberi panjag umur di kontrakanyya. kikiki

    salam blogging :)

    ReplyDelete
  2. Gue nggak tega kalo ngeliat anjing selucu dan sekecil itu mati :(

    ReplyDelete
  3. ini kontrakan apa kebun binatang? -___-
    salam pecinta hewan! pelihara sugar glider recommended tuh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha kami cinta binatang :p

      hmmm.. pengen sih, tapi kantong berkata lain :(

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...