15 October 2014

Cinta Seperti Trip Atau Rumah?

Cinta? Banyak orang membicarakan cinta. Banyak orang - orang mengibaratkan cinta dengan hal apapun yang penah ia rasakan dalam hidup. Kali ini saya akan mencoba mengutarakan cinta itu bagaikan orang yang melakukan trip perjalanan dan cinta di dalam rumah yang diselimuti kerinduan si-empunya.


Cinta seperti trip perjalanan

Apa yang membuat saya berpikir bahwa cinta itu bagaikan trip perjalanan. Setiap cinta pasti memiliki cerita yang berbeda. Kadang kita menemukan orang yang sangat menikmati percintaannya dengan seseorang. Di tempat lain kita menemukan orang yang mencaci maki kisah cintanya. Kalo bisa di ibaratkan dengan suatu perjalanan. Cinta itu adalah tujuan perjalanan. Dimana tujuan perjalanan itu adalah orang yang di cintanya. Selama ini kita mencari - cari kemana cinta hidup bukan? Dalam perjalanan itu lah kita terus berjalan untuk sampai ke tujuan. Sebenarnya saya kurang percaya dengan kalimat 'tenang aja, jodoh pasti akan datang'. Akan datang disini berarti kita diajak untuk menunggu, menunggu di cintai, menunggu kata cinta dari orang lain. Semua itu percuma, jika tidak ada usaha dari kita sendiri. Kembali ke cinta seperti trip perjalanan. Orang yang ada dalam lingkaran ini pasti kisah cintanya sangat mengasyikkan. Mereka menciptakan kenangan bersama. Menciptakan lukisan dalam hidup mereka. Bercinta di tempat yang berbeda - beda. Tetapi ingat bahwa setiap trip tidak selalu sukses. Kadang ada halangan yang kita temukan di depan sana. Hingga akhirnya menjadi bad trip. Bad trip disini bisa berarti putusnya hubungan atau mungkin salah satunya pergi dan menjelajah sendiri untuk berharap menemukan teman perjalanan yang lebih seru. Jika trip itu sukses menciptakan kebahagiaan, apakah kamu akan terus melakukan trip? Jadi kamu akan melupakan rumah? Tempat yang aman. Tempat yang penuh kerinduan. Tempat berlindung. Yaaa aku ingin cinta seperti trip perjalanan. Tapi aku suka ingat dengan rumah.



Cinta di dalam rumah

Rumah memang tempat yang tepat untuk membuat nyaman tubuh juga batin. Mana mungkin ada yang menolak kampung halaman daripada tempat tinggal dekat tempat kerja. Saya berpikir sebuah cinta yang seperti rumah ini akan sangat nyaman, juga membosankan. Apa yang membuat nyaman? Tentu saja kalian tahu betapa surga dunianya ketika kita seharian bekerja membanting tulang lalu hasrat yang diinginkan ketika pulang kerja adalah satu, rumah. Rumah yang di dalamnya bersama orang - orang kesayangan di dunia ini. Sisi yang baik tadi pasti di barengi dengan sisi tidak baik. Apa yang membuat bosan di dalam rumah adalah kita tidak bisa merasakan nikmatnya bercinta diluar sana. Karena cinta itu hanya berputar - putar di dalam rumah saja. Cinta yang tidak merasakan kenangan bersama pasti akan hambar. Lama - lama akan jenuh dan bisa jadi salah satunya akan kabur dari rumah. Malah bisa jadi dua - duanya mencuri waktu untuk kabur dan kembali. Memang tidak baik percintaan seperti ini, mereka akan cepat bosan. Bayangkan jika kamu dengan kekasih melakukan kegiatan yang itu - itu saja. Apakah yakin kamu menginginkan hidup dengan orang yang dicintai tetapi tidak melakukan apa - apa?

2 comments:

  1. kalau ngomongin masalah cinta pasti gak akan ada akhirnya,banyak yang mengartikan kata cinta sesuai apa yang mereka rasakan,tapi benar juga jika cinta itu seperti rumah pasti ada rasa nyaman tapi kebanyakan jenuhnya :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...