04 October 2011

Tugas = Cerpen

Ini cerpen gue buat karena ada tugas dari dosan gue yang cantik.

Jujur broo, bagian belakangnya kagak nyambung. Soalnya kepotong acara ketemu cewek gue yang cantik jelita. hehehe :D

Tapi simak aja yee. Khususnya yang lagi jadi mahasiswa baru, ini cerpen tentang itu.

Monggoooooo.. . ... .. ... . . .



Balada Mahasiswa

                                                                     



“Wuiih, keren kau men. Wisuda dengan IPK di atas rata – rata” sahut temenku sambil menepuk pundakku
                “Weehh, iyaa makasih men” sambil seyum simetris 2 Cm
                Empat tahun kuliah akhirnya dengan hasil yang memuaskan. Setidaknya orangtua senyum karena hasil yang ku dapat. Setelah pengalungan medali aku keluar sebentar buat nyari udara segar. Satu batang rokok menemaniku berpikir nyari kerja dimana habis ini? Apakah perusahaan besar yang aku dapat atau kecil? Apa malah jadi pengangguran? Hmmm. Dari kejauhan aku liat seorang pria. Dari wajahnya mungkin lima tahun diatasku. Berpakaian baju kerjanya. Wuih, pasti tenang bila seperti dia, jelas! perusahaan besar baju yang dia pakai. Pikirku. Pria itu berjalan dengan tegapnya, sangat cocok dengan postur badan yang tegap juga dasi yang menghiasi dirinya. Dia melangkah ke arahku.
                “Siang dek” sapanya
                “Yaa, siang mas” balasku dngan senyum
Dia duduk dibangku yang sama denganku. Dirogoh kantong bajunya, lalu mengeluarkan bungkus rokok beserta pemantiknya. Dinyalakanlah rokoknya. Aku terus memandang kedepan memikirkan segala kedepannya aku ini nanti jadi apa?
                “Baru selesai wisudanya ya dek?” tanya pria tadi mengawali pembicaraan
                “Oh, iya mas. Baru aja selesai. Saya lagi nyari angin saja” jawabku
                “Hmm, gimana nilainya? IPK bagus gak?”
                “Wah, lumayan seh mas. 3,95”
                “Bukan lumayan lagi itu mah, tapi tanggung yah. Padahal satu nilai lagi sempurna”
                “Hehehe, iya mas. Waktu itu dikasih tugas, tapi badan gak bisa diajak kerja sama. Jadi bolong deh satu tugas”
                “Oh, begitu toh. Emang kesehatan tuh lebih penting dari yang lain yah. Sekali saja kita bermasalah dengan kesehatan pasti akan berdampak dengan kepentingan yang lain”
                “Yah, begitulah mas” jawabku sambil tersenyum
                Pria itu membuang puntung rokok yang habis dihisapnya. Telepon genggamnya berdering, lalu dia mengangkatnya. Aku sedikit menguping apa yang dibicarakan si penelepon. Suaranya memang keras jadi terdengar. Aku mendengarkan bahwa pria yang disampingku ini disuruh mencari mahasiswa dengan IPK diatas rata – rata dari universitasku untuk dijadikan pegawai di perusahaannya. Aku sedikit kaget, lalu berpikir girang kebetulan sekali aku ada disampingnya. Dia sudah tahu berapa IPK ku semoga saja dia melirikku. Selesai menelepon dia menengok kearahku lalu tersenyum. Pasti dia juga sudah tahu bahwa tadi telingaku sedikit nakal. Dikeluarkannya kertas selembaran dari tasnya. Tepatnya seperti formulir pendaftaran. Lalu dia bertanya padaku.
                “Apakah adek sudah memiliki pekerjaan di suatu perusahaan?”
                “Oh, belum mas. Ini saja saya lagi bingung mikirin gimana saya nyusun agenda buat kedepannya mas.”
                Jika kata – kata “adek mau tidak bergabung dengan perusahaan kami?” yang keluar dari mulutnya. Jelas aku senang sekaligus lega. Tidak pandang bulu pasti aku siap sedia menerima tawarannya. Lalu aku menunggu.
                “Oh, belum yah. Kebetulan perusahaan kami butuh personil untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Jadi, adek mau tidak bergab . .. . .. ... .. .... .... ..”



“WOOOOOOIIIII BANGUUUUNNNN BANGUUUUUUNNN!!!!!!”
“BAANGUUUUNNN LOE MEENN, TELAATT KITAA!!”

“Nyamnyamnyam, Wooaaaahhhmmm, ada apa sih ple? Ganggu tidur aje lu”
“Busett!! keboo sumpah lu ris. Ospek sekarang cuy jam 5!” itu jam 5 pagi yee
                “Hmm, iye tau gue emang jam berapa sekarang?” sambil merem melek gue nanya
                “Jam empat lewat lima puluh dua menit!!” geram si Juple sambil nunjukkin jam weker
                “Buseett!! Telat kita nih ple!!”
                “Daritadi dodol!!”
                Langsung dengan sigap gue bebenah diri. Untung segala persiapan ospek udah disiapin sebelum gue tidur. Hari ini adalah hari pertama gue menjadi mahasiswa. Tepatnya mahasiswa baru. Setelah kemarin lulus dari sekolah menengas atas kini gue melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tempat perguruan tinggi yang mau gak mau harus menerima keberadaan gue nanti itu berada di kota Bandung. Tetanggaan dengan kota gue. Setiap orang pasti bertanya. “kenapa lo mau disana? Disini juga banyak bro?”. Alasan gue milih di Bandung, karena gue sebelumnya pernah tinggal disana jadi ya enak aja. Kedua, gue nyadar tipe anak seperti gue itu adalah tipe anak yang harus jauh dari orangtuanya karena apabila dirumah pasti si anak ini akan menyusahkan orangtuanya. Begitulah maksudnya, pasti tau dong. Ketiga, semua orang tahu bahwa para betina di Bandung itu memiliki ciri khas ‘menarik’ yang membuat para pejantan tertarik karena ke’menarik’kan para betina yang suka ‘menarik-narik’. Kalo ada yang tidak mengerti kalimat yang sampai jungkir balik gue bikin tadi berarti yang baca ini belum cukup dewasa. “Terus, lo kuliah mau nyari ilmu apa nyari yang ‘sesuatu banget’ gitu yah?”. Kalo ditanya seperti itu, gue akan memulai dengan senyuman imut gue dilanjutkan lagi dengan senyuman yang lebih imut dari bayi. Itulah jawaban gue.
                Kembali ke hari ini. Hari pertama gue jadi mahasiswa diawali dengan adat istiadat yang gue pikir-pikir tidak ada dampaknya. Kenapa begitu? Kenapa yaaaaahhh, apa coba hayoooo. Ogah ah, entar gue di obok-obok lagi ama kakak senior yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Harusnya hari ini gue masuk pukul 05:00 WIB. Tapi sayang kenyataan berkata lain, akibat televisi yang menyuapi gue dengan tayangan bolanya gue udah kayak kebo yang dicucuk hidungnya. Alhasil keterlambatan manemani diriku dan temanku yang gue ajak sesat ini. Hahaha, maaf ya kawanku Juple.
                “Eh, ris lo kagak mandi?”
                “Udah kok.. .. .. . kemarin sore”
                “Gileeee, itu mah sama aja belom. Onyon”
                “Dih, udah kali. Itu namanya inisiatif coy!”
                Muka sepet
“Terserah lo dah. Ayoo, kita berangkat”
“Yooo.. hoaaahhmm”
Anak kost. Itulah status hidup gue sekarang. Di Bandung gue ngekos deket kampus gue. Kira-kira 10 menit sampailah. Gue bareng Juple satu kost. Jadi lumayan masalah biaya dibagi dua.
“Ayo ris, lama lo!”
“Iyee.. nyok kita olahraga pagi”
“Wokee, siap yah. Bersedia.... .siaapp.. . .Goo!!”
Layaknya atlet lari kami berdua balapan dengan waktu untuk sampai tujuan selamat dari kicauan senior-senior. Biasalah yang namanya ospek pasti tidak jauh dari omelan sana-sini. Gedung kampus sudah terlihat kami pun menambah gigi kecepatan. Sesampainya di gerbang kampus kami melihat senior yang sudah standby.
“Wooii, kalian berdua. . .cepat lariii!!! Lambat kalian!”
Itulah sambutan senior kami yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Padahal ini udah gigi enam. Tapi tetap saja dibilang lambat! Kami belum boleh masuk. Ternyata banyak juga yang bernasib sama dengan kami. Paling gara-gara bola juga nih.

Matahari belum menunjukkan dirinya dan kami telat. Fenomena yang menakjubkan bukan? Setelah sudah yakin kalo yang telat udah habis kami disuruh masuk didampingi teriakkan fales para senior. Semua mahasiswa baru atau maba berbaris di lapangan dengan kelompok yang sudah dibuat setelah sosialisasi ospek. Gue bareng Juple satu kelompok.
Acara dimulai oleh pembukaan dan penyambutan-penyambutan dari para petinggi kampus. Semua itu memberikan efek ngantuk bagi gue dan para maba yang lain, khususnya yang telat. Gue lihat sekeliling itu dipenuhi oleh pentul korek. Termasuk gue bagian dari pentul korek itu.
Pentul korek=botak!
Setengah hari kami para maba yang bermuka polos ini terus mendengarkan sambutan dari pihak kampus. Rektor, dekan, dosen, ketua RT, senior, suara merekalah yang kami dengar. Bosan menyambut gue. Kalo udah begini mending gue ‘searching’ dah. Penerawangan gue akhirnya membuahkan hasil. Enggak tanggung-tanggung cewek disebelah gue ternyata boleh juga.
“Aduh bosen banget yah” gue memulai pembicaraan
“Iya nih, dari tadi ngomong-ngomong terus”
“Haha, iya yah. Eh, nama kamu siapa?”
“Gue Indri. Kalo lo?” dengan senyum yang menurut gue manis lebih dari gula
“Oh, namanya bagus juga. Panggil aja gue Aris”
“Salam kenal ya ris. Kamu dari mana?”
“Dari kosan tadi. Hehe” jayusnya gue
“Haha bukan. Maksudnya kamu berasal dari mana?”
“Ooooohhh, dari Jakarta Indri”
“Wah, sama dong aku juga dari Jakarta”
“Iya? Jakarta mana?” tanya gue girang
“Aku Jakarta Timur. Kamu?”
“Jakarta Timur mananya kamu? Aku juga disitu loh. Hehe”
“Hmm, daerah Cilangkap”
“Ohh, kalo gue Cibubur dri”
“Haha, deket kalo begitu. Senangnya, nemuin juga maba yang satu wilayah dengan aku”
Gue hanya tersenyum menjawabnya. Sama kok, gue juga senang apalagi yang gue temuin barang antik. Udah satu wilayah cantik pula makin betah dah gue kuliah disini. Habisnya acara cuap-cuap tadi dilanjutkan oleh acara yang dinantikan oleh senior tapi disesalkan oleh junior. Tugas-tugas yang telah dikumpulkan kini ada digenggaman para senior. Muka macan mereka tunjukkan. Dalam pikiran gue pasti bakal di marah-marahin nih. kalem aja deh gue mah.
“HEEIII KALIAAANN PARA MABAA!!”
“Siiaaappp kaakkk” jawab seluruh mahasiswa baru
“APA INII YANG KALIAAAN SEBUT TUGAAASSS??”
“.....”
“WOOOIII JAWAABBB!!” bentak senior
“Iyaaaaaaaa kaakkk!!” sahut para maba
“TUGAASS APAA INII!! TIDAAKK ADA YANNGG BENARR!!” sambil melemparkan tugas kami para maba
Hukum ospek adalah setiap kegiatan atau kelakuan dari mahasiswa baru itu ada SALAH!! Begitulah hukum ospek yang gue jabarkan. Jadi yaaa, ikutin aja deh. Kami dibentak habis-habisan sampai-sampai ada salah satu maba perempuan yang nangis karena dibentak senior. Dalam ajang seperti ini biasanya senior mencari maba yang ‘nyolot’ atau berani melawan dan gue juga menantikan hal itu. Hehehe. Tapi yang bikin hati gue cenat-cenut adalah ketika hasil kerja keras satu hari satu malem yang gue ciptakan kini telah menjadi keset sepatu senior. Rasanya tuh cekat-cekiiit-cekat-cekiiiit. Mau gimana lagi? Hukum ospek berlaku. Setengah hari ngebosenin setengah hari ngejengkelin. Bener bener dah. Omelan-omelan senior terus membahana disekitar kampus tidak luput juga dari hukuman-hukuman yang diberikan oleh senior. Gue tengok ke arah Juple dia hanya senyum-senyum sendiri di barisan kelompok. Dasar tuh bocah, emang udah keseringan diomelin emaknya kali. Jadi yang seperti ini udah biasa. Mungkin malah jadi inget kali dia sama emaknya.
                Waktu terus berjalan. Tidak terasa matahari sudah siap bersembunyi dibalik cakrawala. Itulah tanda kebesaran para maba untuk ospek hari ini SELESAII!! Serangkaian acara hari ini sangat berkesan beagi gue yang baru menjadi mahasiswa yang rada imut ini. Banyak orang yang salah kaprah mengenai ospek termasuk gue juga sih. Tapi sebenarnya ospek ini adalah pengenalan kita untuk beradaptasi sebagai mahasiswa. Karena mahasiswa itu berbeda dengan siswa sebelumnya. Tugas – tugas yang diberikan itu merupakan awal bagi maba untuk bisa menyelesaikan tugas-tugas yang akan diberikan oleh dosen nantinya. Bersiaplah Aris ini jalan lu!! Lu bukan anak kecil!! Kehidupan yang sebenarnya telah lu masukin!! Kini lu mahasiswa!! HIDUPP MAHASISWAAA!!! Kepalan tangan diatas dada dagu mengarah ke langit yang menyimpan banyak mimpi!




Komen bisa kali :D

10 comments:

  1. Wuahahahaa jadi ingat ospek baru2 ini...

    sep2.keren :D

    Semangat !!
    HIDUP MAHASISWA !

    ReplyDelete
  2. Apa nama kampusnya mas?!
    Di Bandung ya?!

    ReplyDelete
  3. @Uc Herawati: yapp bnar skli mbak bandung.. namanya IM Telkom *sambilmembusungkandada hehehe

    ReplyDelete
  4. wuihh bikin cerpen ya mas,, ane waktu SMP suka bgt tuh nulis cerpen,, hehehhe,, ampe skrg masih suka nulis2 cerpen,, :D

    ReplyDelete
  5. @Rama88: mantaapp, jgn ampe brhenti broo :D

    ReplyDelete
  6. Tuh kan, Penglaman ospek mang tak terlupakan....
    kisah ku juga ku tuangkan dalam bentuk cerpen... he he he

    ReplyDelete
  7. wah, IPKnya gede amat ya??/ kurang percaya tuh sob..

    ReplyDelete
  8. nice share gan. . thanks dah mampir di blog gw yaw. . :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...