16 February 2012

Puisi - Aku di Teras Rumah



Aku di Teras Rumah

Berangan - angan di kegelapan malam
Ditemani udara dingin menyegarkan
Kopi hangat memanaskan suasana
Bualan dan khayalan yang belum tercapai
Dijadikan manik - manik kehidupan

Mengasyikkan terlarut dalam renungan
Anjing berteriak seperti mengajakku berbicara
Kadang pikiran itu datang menasehatiku
Kejadian setelah malaikat menjemputku
Tertunduk geram aku dibuatnya

Bulu mata ingin saling bertemu
Aku menuruti kemauannya
Perbuatan buruk menyadarakanku
Belaian kasar api di ujung sana
Tapi apa daya sudah terlanjur

Seperti apa hari esok menyambutku
Aku tidak ingin disapa oleh malaikat itu
Air kopi mengalir di rongga mulutku
Udara dingin mulai menjauhiku

Tidak sia - sia penyendirian kali ini
Doa mohon maaf mewarnai gerak - gerik bibirku
Semoga esok menjawab semua doaku
Harapan yang terwujud
Ketebalan rohani yang tertanam di hati

2 comments:

  1. subuah puisi dalam do'a yang sungguh indah... semoga tuhan mengabulkan apa yang di pinta dengan caranya... Amiin... :)

    ReplyDelete
  2. @zhi cun lee: makasiihh qaqa :D amiiiinnn

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...