30 April 2014

Wanita Dibawah Alunan Payung Teduh

Aku bernyanyi seiring musik bermain
Ratusan pasang mata saling mencari
Mencari pasang mata di depannya
Aku pun terbawa


Bibirku terus menyanyikan lagu demi lagu
Sedangkan mataku?
Dia masih sibuk mencari pasang mata
Seringkali aku menyapa pasang mata di seberang panggung

Sedikit - sedkit aku mencuri perhatian
Dengan nyanyianku malam itu
Sudah dua lagu terlewati
Aku masih belum terpaku pada pasang mata
Terus saja mencari

Lagu tiga melantun sangat merdu
Aku tetap merayapi setiap pasang mata
Harapanku tercapai ditengah lagu
Aku menemukan pasang mata yang tepat
Ketika itu aku senang dengan bola mata itu
Tegak lurus tepat di mataku

Pasang mata itu milik wanita cantik
Wanita yang menikmati dibawah payung teduh
Kami saling sadar untuk menatap
Aku yakin, diriku begitu memalukan
Lancang menyapa pasang mata wanita itu

Rambut lurusnya menggoda malam itu
Bibirnya terlihat manis ketika bernyanyi
Aku terus memandangnya

Lagu keenam melantun semakin merdu
Malam semakin malam
Aku lengah ketika itu
Pasang mata itu hilang
Wanita yang berdiri di seberang

Hilang harapanku untuk bercengkrama
Malam yang berbunga tiba - tiba layu
Aku hanya terdiam terlupa akan lagu
Diam berdiri diantara pasang mata yang bernyanyi

Aku kembali
Pada masa pencarianku
Kembali bernyanyi tanpa arah
Menikmati malam itu sendiri



-Bandung, 28 April 2014

3 comments:

  1. lantunan syair yang sangat romantis,,menimbulkan getaran saat membaca

    ReplyDelete
  2. sedaap, dibaca cewe langsung meleleh yeuh

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...