29 July 2014

Suatu Pagi

Aku bukanlah penyair itu
Pintar memainkan kata diatas kertas
Cerdik menyusun diksi di pikiran
Aku hanyalah aku

Menikmati sejuknya udara pagi
Dikala sinar matahari menari
Ritual yang tidak semua orang bisa
Burung yang setia mengucapkan salam

Pemandangan kota terbentang luas
Aroma teh mengelus hidungku dengan manja
Setiap pagi darimu

Teriakkan anak kecil itu
Ceria ketika memamerkan mainan baru
Aku senang dia menyukainya
Pelukan lembut dihempaskan dari tubuh mungilnya

Semesta juga turut serta
Memeluk kami dengan sinarnya
Dia lalu pergi, untuk memamerkan pada ibunya

Syukurlah, dia menyukainya

-Depok, 29 Juli 2014

1 comment:

  1. sdh lama tak berkunjung teman.
    teruskan karyamu yah. ditunggu kunjungan baiknya yah

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...